Massa dan Bendera “Bintang Kejora” Diamankan

BINTUNI | Bongkarnews.com – Warga Bintuni dikejutkan atas kegiatan yang terjadi pada hari Sabtu, 8 September 2018 pagi hari, secara khusus para pengguna jalan raya di Bintuni. Yang mana ada sekelompok massa melakukan aksi Long March ( dapat diartikan seperti perjalanan yang panjang yg dilakukan bersama-sama) dengan membawa bendera ‘ Bintang Kejora ‘ dan atribut lain dari taman kota menuju arah kota Bintuni.

Saat di konfirmasi oleh awak media bertempat di Kantor Polsek Bintuni, Kapolres Teluk Bintuni AKBP.Andriano Ananta,SIK saat memberikan keterangan, membenarkan kejadian itu benar, Sabtu (8/9/2018).

“Berawal dari informasi yang di terima oleh jajaran kami dari Polres Teluk Bintuni, bahwa ada sekelompok orang tadi pagi, bergerak dari Taman Kota menuju arah kota dengan menggunakan atribut Bintang Kejora ” kata Kapolres.

Atas informasi itu, Kapolres Teluk Bintuni bersama jajarannya langsung menuju tempat massa melakukan aksi dan bertemu langsung dengan para pelaksana aksi, dikatakanya ” oleh karena para pelaksana aksi tidak melakukan pemberitahuan atau mendapat ijin sebelumnya dari pihak Kepolisian Polres Teluk Bintuni untuk melakukan kegiatan maka kegiatan mereka di hentikan. Karena aksi mereka ini sudah melanggar satu prosedur , yang mana dalam melaksanakan unjuk rasa atau demo, menyampaikan aspirasi terkait dengan menggunakan fasilitas umum, yang indikasinya dapat mengganggu ketertiban umum, yang seharusnya di kordinasikan dengan petugas keamanan. Apalagi dalam aksi, mereka menggunakan dan membawa atribut-atribut yang di larang oleh undang -undang dan ketentuan, maka dari itu kegiatan mereka, kami hentikan! Kapolres mempertegas.

Selanjutnya massa yang melakukan aksi tersebut kami arahkan ke Polsek Bintuni, diperkirakan jumlah mereka sekitar 30 hingga 50 orang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, sambil melakukan pendalaman apa tujuan mereka sebenarnya.

Setibanya di Kantor Bintuni , mereka ditanyai soal tujuan dari kegiatan ini mereka menjawab bahwa ini dilakukan untuk kegiatan menyampaikan aspirasi tentang adat, namun salah satu dari mereka tidak ada yang mengaku bertanggung jawab, sebagai kordinator aksi, Semua dari mereka mengaku bertanggung jawab. Ucap Andriano.

Kapolres Teluk Bintuni sekali lagi mempertegas Sekelompok massa yang di bawa ke Polsek Bintuni tidak ada yang di tahan.

“kita arahkan mereka ke Kantor Polsek Bintuni hanya untuk antisipasi sesuatu yang tidak di inginkan atau tanggapan negatif dari warga masyarakat lain, sambil melakukan pendalaman ” Ucapnya.

“Sementara ini masih kita dalami dulu, kalau ada indikasi perbuatan pidana yang mereka lakukan, masih kita dalami, kita selidiki atas nama kegiatan apa yang mereka lakukan pada pagi hari ini , harus betul-betul kita perjelas dan kita dapat. Karena hingga saat ini mereka menyatakan kegiatan ini mengatasnamakan adat, untuk itu tadi pagi kita panggil salah seorang ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) untuk mengklarifikasi betul atau tidak kegiatan yang mereka lakukan benar-benar mengatasnamakan adat ” Kapolres menerangkan.

” Karena seperti yang kita ketahui adat yang diakui di Kabupaten Teluk Bintuni ini adalah Adat 7 (Tujuh) Suku besar. Jadi mereka belum jelas mengatasnamakan adat dari mana “.

Saat di tanyai wartawan apakah kegiatan yang di lakukan ada muatan politik, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Andriano Ananta menjawab tidak ada unsur politik.

“mereka mengaku ini murni mengatasnamakan adat, tapi masih kita dalami maksud dari tujuan mereka menggunakan atribut-atribut yang dilarang oleh undang-undang, mereka mengatasnamakan adat mana ? “Ujarnya.

Hingga saat ini dari mereka tidak ada yang ditahan ulangnya kembali, namun masih didalami oleh penyidik Polres Teluk Bintuni.

“nanti kalau sudah finish pasti akan kita sampaikan kepada publik” kata Kapolres Teluk Bintuni. (Haiser Situmorang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *