Lapor Tokoh Dewantara Ke Polisi, Muslim DPRA: PIM Salah Jep Ubat

Aceh Utara – Anggota DPR Aceh Muslim Syamsuddin, ST. MAP, mengaku kecewa atas penyataan sekretaris PT. Pupuk Iskandar Muda (PT. PIM), Yuanda Wattimena, yang memilih menempuh jalur hukum, atas permasalahan dengan masyarakat lingkungan, terkait besi tua eks PT. AAF.

Kepada awak media, Sabtu, (13/6/2020), Muslim mengatakan, seharusnya PT. PIM dapat bersikap lebih santun dalam menyikapi masalah ini, dan tidak perlu menempuh jalur hukum.

Bacaan Lainnya

“Sikap yang disampaikan oleh Ketua Forum Geuchik Dewantara adalah bentuk aspirasi masyarakat lingkungan terhadap Perusahaan. Apa salahnya duduk bersama dan bernegosiasi mencari jalan keluar.” Ujar Muslim.

Lanjutnya, seharusnya PT. PIM, memanggil dan merangkul para pihak, yang selama ini dianggap berseberangan dengan keinginan perusahaan. Toh yang mereka tuntut bukan aset pribadi mereka, melainkan milik Perusahaan BUMN, yang dibiayai oleh Negara.

“Selama untuk kesejahteraan masyarakat lingkungan, saya fikir wajar wajar saja masyarakat meminta kepada Perusahaan milik Negara. Pun demikian, kita juga mengakui, perusahaan memilki manajemen dan aturan tersendiri. Maka oleh karenanya, sebaiknya segera pertemukan perwakilan masyarakat dengan Direksi PT. PIM, selaku pimpinan yang dapat mengambil kebijakan” Saran Muslim.

Tambahnya, menyangkut permasalahan masyarakat dengan PT. PIM selama ini, dirinya telah menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan DPRA untuk mengambil sikap. Namun demikian, dirinya mengaku, tidak tahan dengan pernyataan Sekretaris PT. PIM yang akan mempolisikan Tokoh masyarakat Dewantara.

“tindakan tersebut salah ‘jep ubat’.”kata Muslim. (rel)

Pos terkait