Bupati dan rombongan saat meninjau lokasi pabrik pupuk/kimia di Kampung Onar Distrik Sumuri Kabupaten Teluk Bintuni.
Ir Petrus Kasihiw MT (mengenakan batik) Bupati Teluk Bintuni di balai kampung, menerima keluhan-keluhan warga.
Foto bersama Bupati Ir.Petrus Kasihiw,MT , rombongan dan warga masyarakat seusai pertemuan di balai kampung Onar Baru.
BINTUNI | Bongkarnews.com – Kawasan industri di Kampung Onar Baru dan Lama segera dibangun, terlihat dari keseriusan Kementerian Perindustrian dan pihak investor PT Kaltim Panah Industri meninjau daerah tersebut.
Usai meninjau lokasi pembangunan pabrik petrokimia, Project Direktur PT Panah Industri, Hari Supriyadi kepada pers mengatakan, PT Kaltim Panah Industri merupakan satu satunya penghasil kapri amunia di Indonesia.
Kami sudah ber-pengalaman dalam hal ini, sehingga PT Kaltim Industri bisa membangun pabrik metanol dalam ukuran besar di Onar nantinya.
Lebih lanjut dikatakan Hari Supriyadi, untuk bahan pembuatan metanol dan amunil dari gas alam.
“Nah terkait kapan dibangunya pabrik, tergantung dari persetujuan pemerintah terkait rencana kami dan mendapatkan harga gas yang bagus, maka segera dibangun pabrik di Onar. Rencana investasi ini memerlukan trilyunan ,namun kami berharap dukungan dari semua stekholder agar sama sama mengembangkan daerah ini.” Triyani, perwakilan Kementerian Perindustrian mengungkapkan.
Petrokimia merupakan sebuah proyek strategih nasional yang mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2017.
“Kita berharap, dengan adanya industri petrokimia ini, dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.” lanjutnya.
“Jadi, harapan kami juga sama seperti harapan masyarakat Onar yang menginginkan proyek tersebut segera beroperasi. Memang ada beberapa kendala tapi kami mencoba menyelesaikan satu persatu. Yang jelas kami harus taat pada aturan,dan harus direncanakan dengan baik,karena perencanaan kurang bagus akan berdampak pada ke-gagalan.Mungkin hambatan utama adalah terkait lahan dan harga gas.Kita berdoa agar harga gas tidak mahal, sehingga bisa diperhitungan, karena bahan baku 70 persen dari gas.” Advisor/Konsultan PT Panah Raya, Agra menjelaskan.
“Alasan kenapa kami ingin membangun pabrik di Onar,karena Bintuni memiliki cadangan gas yang cukup. Kami hanya menungu kesepakatan harga gas.Kalau masalah lahan,saat kami melakukan peninjauan tadi, memang lahan disini cukup baik. Kita hanya menunggu kepastian harga gas di akhir tahun ini, maka tahun depan proyek ini sudah bisa ber-jalan”katanya.
Sementara itu,Bupati Teluk Bintuni, Ir.Petrus Kasihiw.MT menjelaskan,akan ada beberapa pabrik yang dibangun di kawasan industri ini. Namun, harus ada satu perusahaan yang menjadi perintis/pionir untuk membuka pabrik lebih dulu.
Dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan di Bintuni dan Onar nanti yang akan melibatkan masyarakat serta pihak perusahaan dalam rangka pengembangan industri di kawasan Onar ini.
“Kita berharap,di tahun 2019 nanti sudah bisa jalan.Tapi menuju tahun 2019,pemerintah daerah dan masyarakat harus menyiapkan diri untuk menyambut proyek besar ini
“Intinya,kita harus siapkan lahan,entah itu dikontrakan atau beli,nanti dibicarakan dengan pihak investor”.
Dari pantauan kami dilapangan, masyarkat sangat antusias menyambut kehadiran tim dari Kementerian dan PT Panah Industri, Bupati, Ka Bappeda dan Kadis Perindustrian. Masyarakat berharap, proyek tersebut secepatnya beroperasi.
Tim yang meninjau di kawasan industri Kampung Onar diantaranya, Project Direktor PT Kaltim Panah Industri, Advisor Corporate, Waluyo Utomo, Advisor/Konsultan, Agra, Haposan, Triyani dan Ligayanti dari Kementerian Perindustrian dan Satf Project, Greweng Aneanyo. Sedangkan dari Pemda, Bupati, Kepala Bappeda, Kadis Perindustrian dan Kadis PU(Humas & Protokoler)








