Kasmarni Undur Diri Jadi Saksi

PEKAN BARU I bongkarnews.co- Sidang dugaan suap dan gratifikasi yang menyangkut AM , Bupati Bengkalis non aktif kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Kamis (27/8/2020). Sidang yang dipimpin majelis hakim, Lilin Herlina SH MH. Dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta tim kuasa hukum Bupati Bengkalis nonaktif.

,Dalam persidangan yang digelar hari ini ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan yakni Jonny Tjoa selaku Direktur Utama (Dirut) dan pemilik perusahaan sawit PT Mustika Agung Sawit Sejahtera (MASS). Lalu, Adyanto selaku Direktur dan pemilik PT Sawit Anugrah Sejahtera (SAS), dan Kasmarni selaku istri dari Amril Mukminin.

Bacaan Lainnya

Kasmarni dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk terdakwa, Amril Mukminin. Namun, bakal calon Bupati Bengkalis itu mengundurkan diri jadi saksi.Meski, ia diduga menerima aliran dana suap dan gratifikasi secara tunai maupun melalui tranfer lewat rekening nya senilai Rp23,5 miliar dari dari pengusaha sawit di kab Bengkalis

Menurut Direktur Formasi Riau di tempat yang terpisah menyampaikan, Pasal 5 UU 8/2010 tentang Tindak pidana pencucian uang menyatakan:
(1) Setiap Orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan, Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

” Dalam dakwaan, rekening atas nama Kasmarni menerima “uang haram” Rp. 23,5 miliar… artinya KPK sudah bisa mengusut keterlibatan oknum tersebut  dengan UU pencucian uang “, pungkasnya. (Tim Rilis)

Pos terkait