Judi Togel dan Cafe Esek-esek Masih Marak di Duri

Bengkalis, BN-

Sorotan masyarakat terhadap penyakit masyarakat terkait judi togel yang masih marak di belakangan ini sangat memprihatinkan, dimana kegiatan bentuk perjudian seperti judi togel terselubung dan maraknya lokasi ajang prostitusi membuat warga kawatir timbulnya kejahatan yang berdampak terhadap generasi dan terhadap warga masyarakat. Maraknya judi togel terselubung dan bisnis esek-esek belakangan ini sangat menonjol didaerah Duri, Kulim dan Duri 13, walaupun pihak berwajib untuk memberantas usaha haram tersebut.

Informasi diperoleh awak BN baru-baru ini, aksi judi toto gelap (togel) terselubung disinyalir sudah lama merajalela mulai dari daerah simpang Bangko, Duri 13, sampai Kulim dan daerah Duri khusnya.

Para kurir penjual nomor jitu togel singapura itu banyak berkeliaran dikawasan pemukiman warga maupun dibeberapa tempat tertentu menunggu penggemar. Para kurir ini diduga dikendalikan oleh bandar judi togel yang selama ini belum tersentuh hukum.

Aksi perjudian bentuk judi togel yang merajalela belakangan ini sulit untuk dibuktikan lantaran hanya menggunakan SMS lewat HP. Tidak sulit pembeli nomor togel cukup melalui pesanan lewat HP. Akan halnya menurut informasi diperoleh dilapangan diduga kuat penjual nomor togel tersebut selalu mangkal dibeberapa tempat strategis seperti diwarung-warung dan juga di dekat lokasi areal kerja buruh. Bahkan ada informasi sasaran kurir penjual nomor togel itu juga merambah sampai ke areal pemukiman masyarakat. Sehingga sangat dikawatirkan dampak yang akan terjadi merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Sementara sorotan masyarakat terhadap lokasi ajang prostitusi terselubung kian memuncak. Sebab belakangan ini beberapa titik lokasi tempat ajang maksiat tumbuh subur.

Impormasi terbaru didapat bahwa lokasi tempat pramuseks melayani  si hidung belang tersebut terlihat bercokol mulai dari KM6 Duri sampai di KM18 Puncak. Bahkan menurut sumber yang menyebut bahwa keberadaan warung atau café yang menyediakan wanita aduhai itu penghibur sihidung belang ada terdapat berlokasi tidak jauh dari kantor desa di daerah Puncak KM 18.

Sejak lama masyarakat terhadap kehadiran warung atau café yang diduga berfungsi ganda dengan menyediakan wanita-wanita penghibur disoroti keras. Namun seperti jamur dimusim hujan, café-café dipinggir jalan raya sepanjang lintas Kulim sampai Simpang Batang, beraktivitas mulus. Sampai berita ini di ekspos, terkait aktifitas café-café tersebut masih beroperasi mulus. Soal ini, pemerintah daerah seperti Camat Duri, Camat Batin Salapan dan Bupati bengkalis belum dapat di konfirmasi . (Rds/Tenk)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas