Sitename

Description your site...

script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';

Jokowi “Halak Hita”

1127 KALI DIBACA
Jokowi “Halak Hita”
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah ditabelkan marga Siregar. Ini karena sang putri, Kahiyang Ayu menikah dengan pria bernama Bobby Afif Nasution. Saking dekatnya dengan warga Sumatera Utara, sampai-sampai Jokowi menggunakan bahasa Batak saat meresmikan Bandar Udara Internasional Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara. Dan, tak ada salahnya jika mantan Gubernur DKI itu telah berdarah ‘Halak Hita’.

Siborong-borong, BN
“Bukama pintu, Bukama harbangan. Ai Nunga rade labuan, ni hapal habang Internasional. Pidong na habang, sarma barita on tu luat portibi. Dengan mengucapkan Bismmillahirahmanirahim saya nyatakan Bandara Internasional Silangit resmi dibuka,” ujar Joko Widodo diiringi bunyi gondang Batak disambut tepuk tangan pejabat dan masyarakat yang menghadiri peresmian terminal Bandara Internasional Silangit, (24/11) kemarin.

Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi beserta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah menteri kabinet kerja lainnya.

Bandara Internasional Silangit kini memiliki landas pacu dengan panjang 2.650 meter dan lebar 45 m sehingga bisa darati pesawat jenis Boeing 737.

Peresmian ditandai dengan pelepasan burung merpati sembari Presiden Joko Widodo melafaskan kalimat berbahasa Batak.

“74 ribu tahun silam, wilayah Danau Toba yang indah ini lahir dari letusan mahadahsyat dan dampaknya terasa ke seluruh dunia. Sekarang kita sedang membuat ledakan baru di dunia pariwisata, saat gerbang menuju keindahan Danau Toba yang menyimpan sejarah bumi dan kekayaan budaya suku-suku di Tano Batak terbuka lebar,” tambah Presiden.

Presiden menilai bahwa bandara internasional Silangit menjadi gerbang bagi wisatawan berkunjung dan gerbang kreativitas pelestarian adat Batak.

“Gerbang untuk marsipature huta nabe (memperbaiki kampung halaman masing-masing), membangun kampung halaman dan terutama gerbang menuju peningkatan kemakmuran, kesejahteraan seluruh tano Batak,” ungkap Presiden.

Jokowi dalam sambutannya mengatakan Bandara Internasional Silangit akan menjadi gerbang bagi wisatawan berkunjung, gerbang kreatifitas dalam pelestarian adat batak, serta gerbang untuk marsipature hutanabe.

“Gerbang untuk membangun kampung halaman dan terutama gerbang untuk menuju peningkatan kemakmuran kesejahteraaha seluruh masyarakat batak,” seru Jokowi.

Sementara itu sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan pengembangan bandara Silangit menjadi bandara Internasional adalah dalam upaya menjadikan Danau Toba menjadi destrinasi pariwisata dunia. Membangun dan mengembangkan Bandara Silangit menurutnya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya di kawasan Danau Toba dan umumnya Sumatera Utara.

Gubsu meminta kepada Presiden Joko Widodo agar perkembangan bandara silangit akan terus dikembangkan sehingga landasan pacu yang saat ini sepanjang 2.650 m dapat ditingkatkan pada masa mendatang. Permintaan Gubsu dan juga permintaan masyarakat Sumut itu mendapat perhatian khusus presiden. Di akhir pidatonya, Joko Widodo mengingatkan Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN agar memperpanjang runway Bandara Internasional Silangit sekaligus memperluas terminalnya.

“Saya minta runway-nya diperpanjang lagi dari 2.650 menjadi 3.000 meter,agar pesawat berbody paling besar bisa masuk Silangit, paling lambat 2020. Dan terminalnmya dari 3.000 meter persegi menjadi 10 ribu meter persegi,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pihaknya giat membangun bandara sejalan dengan meningkatnya tren jumlah penumpang udara dimana dari tahun 2015 berjumlah 90 juta penumpang, maka pada tahun 2019 diprediksi mencapai 162 juta penumpang per tahun.

Silangit sebelumnya adalah bandara perintis dengan panjang runway 1.850 m dan lebar 30 m.

Saat ini panjang runway mencapai 2.650 meter dengan lebar 45 m. Saat ini, lanjutnya, Silangit sudah bisa didarati pesawat jenis boeing 737 sehingga diharapkan bisa menjaring wisatawan asal Hongkong. Taiwan, India dan Cina bagian Selatan.

Dijelaskannya pada 25 Oktober 2017 lalu sudah dilakukan penerbangan perdana dai Singapura ke Silangit oleh Menteri Pariwisata dan Menko Kemaritiman. Pada awalnya penerbangan Singapura-Silangit melalui sistem carter dengan jumlah 10 penerbangan. “Luar biasa sekarang sudah terjual 90% dan nearly sold out. Dalam waktu tiga bulan sudah menajadi permanen,” katanya.

Pengembangan Bandara Silangit semakin gencar setelah bandara ini dijadikan pintu gerbang wisata ke Danau Toba yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia. Panjang landasan pacu bandara ini ditambah menjadi 2.650 m dengan lebar 45 m. Ketebalannya pun ditambah menjadi 52 cm dari 40 cm sehingga bisa dilandasi pesawat A320 dan Boeing 737-800.

Penerbangan komersial pun makin ramai dengan masuknya penerbangan langsung Garuda Indonesia pada 22 Maret 2016 dari Jakarta, yang kemudian disusul oleh Sriwijaya Air pada 26 April 2016. Disiapkan sebagai bandara internasional, kapasitas terminal digenjot menjadi 500.000 penumpang per tahun dengan luas 2.155 m2, dan dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Custom, Immigration, Quaratine).

Tak hanya itu, Bandara Silangit juga menjadi pionir bandara nasional yang mengimplementasikan fitur smart airport, dengan teknologi digital, seperti Wi-Fi gratis, display jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kios, informasi turis, self check-in dan berbagai fitur digital lainnya.

Terminal ini juga dilengkapi delapan check in counter, smart baggage conveyor belt, VIP boarding lounge. Tahun depan, ditargetkan luas terminal bandara ini ditambah lagi menjadi 3.054 m2. Saat ini, maskapai penerbangan yang telah melakukan penerbangan dari dan menuju Bandara Silangit bertambah dengan masuknya Wings Air.

Seiring pengembangan itu, pengelola bandara mencatat, pada semester I/2017 jumlah penumpang di bandara ini mencapai 124.701 penumpang atau naik hingga 300% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 31.054 penumpang. Hingga akhir tahun ini diperkirakan jumlah penumpang melonjak mencapai 250.000 penumpang.

Plt Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi sebelumnya mengatakan, tahun depan pemerintah menargetkan 1 juta wisman datang ke Sumut, khususnya ke Danau Toba. “Berkembangnya industri pariwisata ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak marga Siregar sedunia sudah sepakat untuk memberikan marga Siregar kepada Presiden Jokowi, ayahanda Kahiyang Ayu Boru Siregar. Namun demikian, pihak keluarga masih menunggu kesediaan atau tidaknya dari Jokowi untuk ditabalkan marga Siregar.

Demikian dikatakan Doli Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution kepada wartawan apada acara pesta adat pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di rumahnya, Bukit Hijau Regency Taman Setiabudi Indah, Medan, Sumatera Utara.

“Kami sudah musyawarah dan sepakat untuk memberi marga siregar kepada Presiden Jokowi. Tinggal menunggu kesediaan pak Jokowi,” katanya.

Sebelum acara adat pemberian marga Siregar kepada Kahiyang Ayu telah digelar di rumah paman Bobby di jalan Suka Tangkas, Medan. (M Sil)

script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';
script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';