Medan-BN.
Inspektru Jenderal Polisi (Irjen Pol) Paulus Waterpauw resmi menjabat sebagai Kapolda Sumut, menggantikan Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang dipromosikan sebagai Gubernur Akademi Kepolisian.
Pelantikan dan serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/7).
Serah terima jabatan ini dihadiri Wakapolri Komjen Pol Syafruddin, Irwasum Polri Komjen Pol Dwi Priyatno, Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukamto, Kabarhakam Komjen Putut Eko Bayuseno dan jajaran Polri lainnya.
Sebelum ditunjuk menjadi Kapoldasu, Paulus Waterpauw menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Sertijab ini dilakukan sesuai Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri No ST/1408/VI/2017 tanggal 2 Juni 2017. Sedangkan Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara digantikan Brigjen Ahmad Juri.
Setelah sertijab, Kapolri membacakan sumpah jabatan atas para pejabat baru tersebut dan menyaksikan penandatanganan pakta integritas oleh para pejabat tersebut.
Dalam amanatnya, Kapolri Tito Karnavian meminta para perwira tinggi Polri ini untuk melanjutkan program baik yang telah dikerjakan pejabat sebelumnya dan meningkatkannya lagi dalam kinerja ke depannya.
“Saya berharap kerja baik diteruskan dan yang baik tolong diteladani,” katanya sebagaimana rilis Kepala Bidang Humas Poldasu, Kombes Rina Sari Ginting.
Kapolri mengharapkan kepada Irjen Paulus Waterpauw untuk bekerja sebaik-baiknya. “Kepada Irjen Pol Paulus Waterpauw, saya ucapkan selamat menjabat Kapoldasu. Silakan lanjutkan program Kapolda lama yang sangat baik karena Kapolda lama adalah pemimpin yang mempunyai banyak prestasi di Poldasu,” katanya.
Di bagian lain, Tito Karnavian menyatakan, promosi jabatan terhadap Rycko Amelza Dahniel menjadi Gubernur Akpol adalah untuk memperbaiki citra akademi ini yang sempat tercoreng atas insiden tewasnya salah seorang taruna beberapa waktu lalu.
“Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel ditempatkan sebagai Gubernur Akpol karena memiliki kemampuan dan ketegasan untuk mengubah Akpol, di mana terjadinya insiden di Akpol yang memerlukan pemimpin yang tegas dan mempunyai intelektualitas, kecerdasan, prestasi, pengalaman, dan ketegasan,” ungkapnya.
Sementara, acara malam pisah sambut Kapoldasu digelar di Medan, Sabtu (8/7) dengan mengundang para pemangku jabatan dan pimpinan media massa.
(HZA)





