Gawat !!… Hutan Negara Dibabat

DUMAI | Bongkarnews.com – Perlahan hutan negara kian musnah. Digarap, dibabat lalu diperjualbelikan. Itu dilakukan hanya untuk kepentingan sekelompok masyarakat.

Kali ini peristiwa garap menggarap dan jual beli lahan hutan negara terjadi di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai tepatnya di RT 07, Kelurahan Batu teritip.

Informasi dirangkum lahan garapan tersebut diduga diperjualbelikan kelompok penggarap. Kabar beredar kawasan itu digarap serta diperjualbelikan oleh kelompok penggarap. Tidak melawan hukum tersebut ternyata sudah lama.

Namun sayang, pihak kehutanan belum bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku sehingga kelompok penggarap merajalela mengaplingi lahan negara kawasan hutan tersebut. Bahkan disinyalir ada lahan garapan yang diperjualbelikan kepada pihak kapitalis (pengusaha kaya).

Sesuai data bahwa lahan negara kawasan hutan yang digasak kelompok penggarap secara ilegal itu adalah area HPH PT Diamond Raya Timber (DRT).

Perbuatan penggarapan yang dilakukan kelompok warga semuanya mengatasnamakan untuk lahan kelompok tani. Namun hingga kini belum ada langkah konkrit yang diambil pihak Dinas Kehutanan Riau dan pemerintah Kecamatan Sungai Sembilan.

Isu juga bergulir, ada yang menyebut penggarap mengatasnamakan kelompok tani tersebut adalah ilegal. Padahal sesuai ketentuan aturan yang berlaku, untuk menguasai lahan negara tanpa payung hukum atau tidak ada izin resmi dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI adalah perbuatan melawan hukum. Apalagi diduga lahan garapan tersebut ada diperjualbelikan.

Seperti dijelaskan sumber media ini yang juga pemerhati kawasan hutan di Dumai, perbuatan dengan menggarap lahan negara kawasan hutan tanpa izin resmi dari pemerintah adalah perbuatan melawan hukum.

Hal senada juga disampaikan aktivis pemerhati hutan J Sinurat kepada Bongkarnews, Jumat (4/5).

“Siapa pun tidak bisa menguasai lahan tanah negara di kawasan hutan, termasuk masyarakat, terkecuali memiliki payung hukum atau izin dari menteri lingkungan hidup dan kehutanan,” tegas J Sinurat yang juga sekretaris Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Kota Dumai.

Terjadinya penggarapan lahan negara kawasan hutan di Kelurahan Batu Teritip tersebut lantaran kemungkinan besar Menteri Kehutanan RI belum mengetahui. Oleh karena itu beberapa pemerhati kawasan hutan di daerah Dumai berharap agar Menteri Lingkungan Lidup dan Kehutanan RI segera mengambil sikap tegas.

Sebab lahan negara kawasan hutan yang digasak kelompok penggarap mengatasnamakan untuk lahan kelompok tani semakin hari merajalela. (Rds)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas