Diwarnai Penolakan, KPU Bintuni Tetapkan 46.808 Pemilih Akurat

BINTUNI | bongkarnews.com – Rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan  (DPTHP) tahap 2 digelar di aula kantor KPU Teluk Bintuni, Jl Raya Bintuni Tisay, pada Senin (12/11).

Pantauan awak media ini,  Rapat pleno  langsung dipimpin oleh Ketua KPU Teluk Bintuni Herry Arius E Salamahu,  didampingi empat orang Komisioner KPU Teluk Bintuni,  Dedimus Kambia (Devisi Hukum),  Regina Baransano (Devisi Program Dan Data), Eko Prio Utomo (Devisi Tekhnis Penyelenggara) , Ilham Lukman (Devisi SDM Dan Partisipasi Masyarakat) dan Ganem Seknun (Sekretaris KPU Teluk Bintuni).

Rapat pleno ini juga dihadiri oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu)  Teluk Bintuni,  Daniel Balubun (Divisi Penanganan Pelanggaran),  Supiah Tokomadorani SPd (Divisi Data dan Informasi), Rudi Horenus Baru SSos (Divisi Sengketa) dan Slamet Widodo SE (Divisi Sumber Daya Manusia). Perwakilan dari partai politik (Parpol)  yang ikut berkompetisi pada Pemilu 2019 di Kabupaten Teluk Bintuni serta para Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) se-Kabupaten Teluk Bintuni.

Dalam rapat tersebut ditetapkan jumlah pemilih sesuai hasil perubahan, yang mana diputuskan oleh ketua KPU teluk Bintuni Herry Arius E Salamahu hasil dari Rapat pleno DPTHP yang berjumlah 46.808 pemilih di pemilu 2019 mendatang. Setelah di revisi dalam DPT Hasil Perbaikan (DPTHP) , jumlah pemilih di Kabupaten Teluk Bintuni menjadi, laki-laki 25.545 dan perempuan 21.263, total pemilih berjumlah 46.808 orang dari 117 kampung dan 236 TPS.

Hasil tersebut disebutkan berkurang jumlahnya dari yang sebelumnya tercatat hasil Rapat Pleno penyempurnaan DPT tanggal 19 Agustus 2018 , dari 236 jumlah tempat pemungutan suara (TPS)  jumlah pemilih laki-laki 25.889 orang dan jumlah pemilih perempuan berjumlah 21.397 orang,  total pemilih 47.286 orang.

Adanya penurunan jumlah pemilih mengakibatkan dari beberapa orang perwakilan Parpol yang hadir dalam rapat itu tidak puas dengan hasil tersebut. Diantaranya dari perwakilan Perindo dan Golkar yang mengatakan ketidakpuasan berkurangnya jumlah pemilih di beberapa distrik khususnya Distrik Kaitaro dengan adanya pemberitaan di beberapa media yang mempengaruhi pihak KPU Bintuni.

Namun pihak KPU membantah tudingan tersebut dan mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan upaya yang benar benar akurat agar tidak terjadi persoalan seperti yang sebelumnya. Ditegaskan pihak KPU bahwa perubahan bukan hanya di Distrik Kaitaro saja tapi semua Distrik mengalami perubahan.

“Regulasi tiap tahun berubah dan berubah,  saat ini kita butuh pemilih yang akurat, pemilih yang displin bukan seperti saat pemilihan yang lalu, masyarakat boleh memilih dengan menunjukkan KTP,  kartu keluarga bisa datang ke TPS untuk memilih,  tapi untuk saat ini (Pemilu 2019) tidak boleh lagi ” tegas  Ketua KPU teluk Bintuni Herry Arius E Salamahu.

Rapat pleno yang dimulai sejak siang hari tersebut berakhir hingga pukul 22.00 WIT malam hari,  dengan mendapat pengawalan dari Kepolisian Polres Teluk Bintuni . (HS)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas