Subulussalam | BN – Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Subulussalam sosialisasikan pengelolaan budaya daerah, Sosialisasi pengelolaan budaya lokal (daerah) yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pada Sabtu,30 September, 2017.
Dalam sosialisasi pengelolaan budaya daerah tersebut di buka oleh SEKDA H.Damhuri.Sp.MM yang turut di hadir dalam acara tersebut sekretaris Dinas pendidikan dan kebudayaan,H. Harmaini.S.Pdi.Mm dan tokoh majalah tradisional etnis Singkil, Drs Mu’adt MM Kabid Kebudayaan dinas pendidikan kota subulussalam,Dusky.S.Pdi.
Dalam laporan panitia pelaksana sosialisasi pengelolaan budaya daerah. atau lokal. Dusky S.Pdi mengatakan bahwa acara sosialisasi yang di adakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan kota Subulussalam ini bertujuan untuk mengembangkan kebudayaan daerah lokal. budaya singkil,agar selalu membina dan meningkatkan kualitas kebudayaan daerah budaya lokal budaya Singkil.
Terutama kepada generasi muda yang sekarang, agar menumbuh kembangkan penerus sejarah daerah Aceh singkil. budaya singkil dan Kota Subulussalam bagian kita bersama. dinas pendidikan kota subulussalam. terus membenahi serta mengembangkan kepada semua siswa/i di setiap sekolah guna terus menerus menyelamatkan budaya daerah kita.
Dusky menyampaikan acara ini perlu kita ketahui bahwa pelestarian budaya setiap daerah atau budaya lokal perlu kita hidupkan sejarah asal usul suku. bahasa singkil. sosialisasi ini di hadiri utusan siswa /i dari beberapa sekolah di tingkat SMA sederajat Sekota subulussalam .dengan jumlah peserta 110 orang.
Ada dua jenis kebudayaan yang di kembangkan yaitu non formal dan formal serta berbagai bahasa dan seni tari. seperti bahasa Singkil. Sekda Kota Subulussalam H.Damhuri. SP. MM, pembicara budaya daerah atau budaya singkil/subulussalam bahwa generasi muda sekarang adalah pengganti generasi tua, terutama dalam mengembangkan ke budayaan lokal kita ujarnya. dalam pengembangan budaya ada non formal dan formal.
pengembangan berbagai bahasa daerah seperti Rantau gedang,Atau Rantau panjang,perbedaan tentu ada tapi tujuan satu. budaya dan bahasa penting membangun kepribadian daerah lokal kesukuan.
Budaya Singkil dan bahasa singkil hampir mulai pudar khususnya budaya singkil dan kota Subulussalam, maka perlu kembali di lestarikan bagi generasi muda penerus bangsa. baik budayanya dan bahasanya ujarnya.
Seperti hal bahasa singkil sudah beralih ke bahasa Indonesia,tidak lagi menggunakan bahasa singkil. dari warga kampung sudah berubah kepada bahasa Indonesia jika sudah di kota subulussalam seperti bahasa singkil adalah “Roh Ke Ratana”dalam bahasa indonesia menjadi”datang kalian semua” ada persamaan bahasa Alas, Karo, Pak Pak,tapi tidak sama artinya.
Maka anak generasi Muda perlu memahaminya sebagai generasi penerus,maka jagalah bahasa singkil terus di lestarikan agar bahasa singkil tetap menggunakan bahasa itu,kalau bisa menguasai bahasa singkil maka nanti bisa di turunkan kepada anak-anak nya.Terutama ada pepatah yang mengatakan “dimana bumi di pijak di situ langit di jinjing”
Juga mengenai budaya TARI SINGKIL adalah Tari dampeng,tari piring, minimal sembilan tari, satu tari lambe lambe.
menurutnya bukan saja budaya bahasa dan seni tari tapi ikut melestarikan budaya kuliner/ makanan khas daerah seperti di semua budaya kesukuan. seperti jenis makanan.,kebesaran adat suku singkil.seperti “Nditak Pake di Rabar Manuk” “Mangan Peleng Si Cina Mbara . makanan chas budaya suku pak pak. hal ini sering dilakukan adat istiadat singkil seperti dalam pesta daerah lokal pesta lainnya. (sjp),





