DAIRI | bongkarnews.com – Dalam rangka meningkatkan kualitas destinasi wisata dan antisipasi di masa pandemi covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mencanangkan rebound desa wisata destinasi super prioritas Danau Toba di Kabupaten Dairi dan dilaksanakan di Aula Gereja Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo, Jumat (27/11/2020).
Wijonarko, Koordinator Pengembangan Destinasi Regional I hadir mengedukasi peserta yang hadir dalam meningkatkan pengetahuan berusaha secara kreatif dan mumpuni dalam meningkatkan perekonomian masing-masing.
Wijanarko juga menuturkan bahwa kegiatan rebound ini bertujuan menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi pariwisata.
“Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental (CHSE) dan penyediaan peralatan atau perlengkapan penunjang kebersihan dan aksi bersih-bersih”, sebutnya lugas.
Kegiatan ini diselenggarakan di dua lokasi yakni di Taman Wisata Iman Sitinjo, Jumat (27/11) dan Hotel Beritra, Sabtu (28/11). Selain rebound desa wisata dan dukungan sarana CHSE, pada kegiatan ini juga akan dilakukan penandatanganan BAST.
Wijanarko mengatakan, industri pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor yang paling terdampak di saat pandemi covid-19.
“Dampaknya memang luar biasa. Oleh karena itu, Kemenparekraf melakukan program rebound secara berkeliling di kabupaten yang ada di Sumut guna persiapan pembukaan kembali desa wisata yang berada kawasan destinasi unggulan super prioritas Danau Toba,” bebernya.
Kementerian berharap kegiatan rebound ini menjadi stimulus dalam menyambut pariwisata di era new normal.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi dan komitmen para pengelola desa wisata dalam menyambut pariwisata new normal dengan kesiapan destinasi wisata dengan menerapkan protokol kesehatan pada destinasi wisata seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker,” sebutnya.
Kemudian Wijonarko juga menjelaskan kegiatan rebound ini selaras dengan arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait penerapan protokol CHSE di berbagai destinasi sehingga menjadi salah satu upaya yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk membangkitkan kembali potensi pariwisata di destinasi super prioritas Danau Toba.
Wijanarko optimistis kegiatan rebound ini mampu menekan laju penularan covid-19.
“Sepanjang diterapkan dengan disiplin dan sungguh-sungguh protokol kesehatan di terapkan di kawasan desa wisata dan sejalan dengan Sapta Pesona yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, kita berharap laju penularan covid-19 dapat kita tekan,” tambahnya.
Dia melanjutkan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya memperkuat posisi destinasi wisata di kawasan Danau Toba di masa pandemi.
“Rebound ini juga dalam rangka peningkatan kualitas pariwisata Danau Toba dalam menyambut wisatawan. Kesiapan destinasi super prioritas Danau Toba dalam menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru harus terus ditingkatkan melalui program kegiatan rebound,” tuturnya.
Femmy Dalimunthe, Wakil Direktur Poltekpar Medan menjelaskan kegiatan rebound ini dapat menjadi implementasi penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata yang terus menerus berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata.
Femmy berharap kegiatan rebound desa ini nantinya dapat menjadi kebiasaan perilaku keseharian bagi pelaku wisata di destinasi wisata.
“Para pelaku wisata di destinasi super prioritas Danau Toba juga harus konsisten dan bersama-sama menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Mahadi Kudadiri Kadis Parbudpora Kabupaten Dairi membuka sosialisasi rebound desa wisata dengan puluhan peserta UMKM yang sengaja diundang untuk mengikuti kegiatan edukasi rebound desa wisata.
Mahadi menjelaskan kegiatan sosialisasi terselenggara bersama kemenpar dan bertujuan supaya peserta mampu menjadi corong dan contoh di tengah masyarakat.
“Mari kita ikuti bersama sosialisasi ini guna pengetahuan kita di dalam meningkatkan perekonomian melalui ekonomi kreatif yang nanti akan diinformasikan bapak ibu kemenpar,” sebutnya.
Di akhir sosialisasi, semua peserta diajak rame rame melakukan CHSE di taman Firdaus TWI dengan lebih dulu membagikan alat-alat kebersihan seperti sapu lidi, sekop sampah ke setiap peserta.
(BD.007)





