Diduga,Perusahaan Tidak Peduli Hak-Hak Karyawan Lima Orang Pekerja Dilaporkan Kepolsek - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Diduga,Perusahaan Tidak Peduli Hak-Hak Karyawan Lima Orang Pekerja Dilaporkan Kepolsek

Diduga,Perusahaan Tidak Peduli Hak-Hak Karyawan Lima Orang Pekerja Dilaporkan Kepolsek

PDA

Bengkalis.(BN)-Banyaknya perusahaan yang tidak peduli dengan kesejahteraan karyawan, bahkan hak-hak pekerja tidak dipenuhi sebagaimana mestinya, praktek di lapangan manajemen perusahaan dengan mudahnya memberhentikan karyawan dengan sepihak, tanpa memberikan hak-hak pekerja,hal ini terjadi dikarenakan adanya pembiaran oleh Disnakertrans yang dinilai tutup mata.adapun permasalahan yang terjadi kali ini menimpah lima orang karyawan perusahaan sawit yang dikelola Acin, pengusaha dari Sumatra Utara yang mengusai lahan lebih kurang dua ratus hektar kebun sawit di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis  Riau

“Berawal dari Tuntutan karyawan yang meminta pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya) tahun 2017 Lalu, untuk keliima orang yang sama sekali belum menerima nyatanya perusahaan tidak mengindahkan, bahkan manajemen pengusaha Acin, melalui Hasun, yang bertindak selaku manager, telah membuat berita acara kesepakatan untuk membayar THR, ironisnya sampai senin (22/01) Tahun 2018, Hasun, selaku manager tidak menepati kesepakatan yang dibuat dan ditandatangani kedua belah pihak”, ungkap pekerja. Dengan maksud minta penjelasan terkait THR, kelima pekerja menemui Hasun, sambungnya, namun Hasun, yang sedang diluar depan kantor tidak menggubris kehadiran karyawannya, lagi-lagi Hasun, diam tidak merespon, memicu rekan-rekan emosi dan merusak fasilitas kantor yang terbuat dari triplek, sehingga kasus ini sampai ke Polsek Siak Kecil, terang, pekerja. Kami siap menanggung resiko terkait ini, cuma pihak Polisi, harus menghadirkan pengusaha, Acin, supaya masalah ini tuntas, dan jelas, tanpa kehadiran pemilik kebun, kasus ini tidak akan pernah selesai, bahkan kedepan akan menimbulkan masalah yang sama, urai pekerja, yang namanya tidak mau ditulis awak media.

“Mencermati sikap Hasun, yang tidak menggubris dan bersikap tidak peduli spontan kami mengadakan aksi merusak triplek kantor, itu aksi spontan”, tegasnya. Akibat aksi ini kami dilaporkan ke Polsek Siak Kecil, lanjutnya, kami berbuat kami siap menanggung resiko, akan tetapi kami juga menuntut keadilan, dimana kasus ini tidak akan terjadi jika Hasun, beritikad baik, kami mengharap dinas terkait, baik itu Disnakertrans Bengkalis melalui HI (Hubungan Industrial) meninjau dan melihat langsung kelapangan untuk mempasilitasi persoalan kami dengan pengusaha. Dan perlu kami infokan juga, status pekerja tidak jelas, kami pekerja sekitar lebih kurang lima belas orang, tidak memiliki BPJS tenaga kerja. Ketika dikonfirmasi lewat seluler hal THR ini ke dinas tenaga kerja,  melalui Kabid HI, Ramlis, sampai berita ini dipublikasikan tidak mendapat respon.”

Darwis AK, Direktur LSM BPN ICI (Badan Pekerja Nasional Indonesia Cooruption) Riau,sangat menyayangkan langkah dari pengusaha tersebut”, kita selaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sangat menyayangkan sikap Acin, selaku pengusaha yang kurang profesional mengenai hak-hak pekerja, terutama THR, itukan hak pekerja?”, tandas Darwis.

“Selaku aktivis LSM yang Bergerak di Wilayah Kabupaten Bengkalis sangat menyayangkan atas kejadian ini dan Kami selaku kontro sosial meminta agar pengusaha memenuhi seluruh hak-hak pekerja yang tertuang di undang-undang tenaga kerja no. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.”

“Cukup banyak kasus tenaga kerja yang terjadi di Kecamatan Siak Kecil dan Kecamatan Bukit Batu, namun pihak yang terkait seperti Disnakertrans Bengkalis, belum pernah memberikan perlindungan yang baik untuk pekerja, lagi-lagi pekerja hanya menelan air liur pahit.”

Selain masalah tenaga kerja, juga beberapa kasus yang terjadi di Kecamatan Siak Kecil, seperti legalitas lahan, yang saat ini banyak oknum  yang merambah hutan untuk membuka lahan kebun sawit, termasuk pengusaha, Acin, legalitas kebun yang dikuasai Acin menurut pantauan dan dugaan kami, keabsahan surat tanah yang dijadikan lahan kebun sawit, tidak terdaftar di registrasi desa, jual beli lahan tahun 2008 antara Acin dengan Joko (Kades Bandar Jaya) saat itu, kita meyakini traksaksi ilegal, dikarenakan status lahan saat itu masih di Hutan Produksi (HP) tukas, direktur LSM BPN ICI. Kami inginkan TaPem Bengkalis, serta dinas terkait turun gunung untuk mencermati sekaligus melihat langsung kasus lahan di Kecamatan Siak Kecil, masih banyak Acin- Acin lain yang membuka lahan dengan ilegal, yang membuka lahan semena-mena tanpa melaporkan kedinas terkait, tentunya kewajiban pengusaha untuk melaporkan segala bentuk usaha kepemerintah setempat, dalam hal ini, Kecamatan dan pemerintah Kabupaten.

Ditempat Terpisah,Camat Siak Kecil, Mulyadi SH.MH, saat dikonfirmasi beliau menjelaskan, usaha perkebunan sawit yang dikelola saudara Acin, di Desa Bandar Jaya, sampai saat ini tidak pernah melaporkan ke kecamatan,” sampai saat ini yang namanya Acin, pengusaha yang mengelola kebun sawit di Desa Bandar Jaya Kecamatan Siak Kecil, belum ada melaporkan diri ke Kecamatan”, tandas Camat di ruang kerjanya.Seharusnya kita sangat mengharapkan pihak Acin untuk melapor ke pemerintah Kecamatan,untuk mendata bentuk usaha dan luasan kebun yang di kelola, katanya mengakhiri.(P. Siagian)