Setia Janji, BN
Pengelontoran dana desa, membuat angin segar bagi kepala desa atau masyarakat desa, karena dengan dana ini membuat desa yang sering terabaikan bisa membangun desanya sendiri sesuai keinginan masyarakat desanya. Seperti yang dilaksanakan proyek pembangunan di desa Sei Silau Tua kecamatan Setia Janji kab. Asahan,
Dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat diperuntukan untuk desa tersebut untuk membangun drainase tembok penahan tanah (TPT) pinggiran sungai sebelah kanan dan kiri, agar tanah pinggiran sungai tersebut jangan ambrol, pasalnya sungai tersebut sebagian ditengah – tengah desa. Dan dana desa tersebut bukan hanya dibangunkan untuk tembok penahan tanah tetapi juga dibangunkan untuk jembatan dan reol. Ini semua dilaksanakan hasil musyawarah bersama masyarakat desa, desa Sei Silau Tua.
Suharman kepala desa Sei Silau Tua kec. Setia Janji, ketika ditemui wartawan Koran ini kamis (14/12) di ruang kerjanya mengatakan,’’kami sangat bersyukur dan terima kasih terhadap pemerintah pusat dengan adanya bantuan dana desa yang di berikan oleh pemerintah pusat, agar seluruh desa yang ada di Indonesia terealisasi dan terwujud pembangunan disetiap desa, Seperti yang diharapkan masyarakat dan pemerintah pusat. Seperti anjuran dari menteri desa Eko Putro Sandjoyo mengatakan, dana desa bantuan dari pemerintah pusat tidak di benarkan dikerjakan oleh kontraktor, dana tersebut dikerjakan secara swakelola dikerjakan masyarakat desa setempat, untuk mengantisipasi pengangguran di desa tersebut’’.
Memang benar kepala desa Suharman mengatakan dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat, bisa membawa berkah dan bisa menjadi musibah. Berkahnya dana tersebut apabila kita peruntukan dan dibangunkan pembangunannya di desa tersebut seperti harapan pemerintah dan harapan masyarakat desa menjadi indah, dan musibahnya apabila dana desa yang dipercayakan kepada kepala desa dan tidak disalurkan atau dibangunkan pembangunannya dengan baik, bahkan digunakan untuk kepentingan pribadi. Maka kita harus berhadapan dengan hukum dan didudukan di kursi panas menjadi pesakitan didalam tirai besi,ucapnya.(IN)





