Dalam Paripurna FPKS Sampaikan Kekecewaan Atas OTT Pegawai BP2RD

MEDAN  | Bongkarnews.com- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan sangat menyesalkan dan kecewa dengan peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Sumut terkait suap oknum Petugas Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Badan Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Medan pada, Sabtu (18/8/2018) lalu.

Kekecewaan FPKS DPRD Kota Medan ini disampaikan dihadapan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution saat paripurna penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Partai Keadilan Sejahtera terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Kota Medan, Senin (20/08/2018).

“Kami sangat menyesalkan dan kecewa atas peristiwa operasi tangkap tangan Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Khusus kepolisian daerah Sumatera Utara terhadap dua orang pegawai UPT BP2RD serta pengusaha restoran yang diduga telah terjadi praktik suap untuk tidak didaftarkan sebagai wajib pajak atas salah satu unit usaha restoran tersebut di salah satu pusat perbelanjaan di kota Medan,” jelas Anggota Komisi B DPRD Kota Medan, H.Jumadi S.Pd.I

Dikatakan Jumadi, peristiwa ini telah mencoreng wajah Kota Medan yang tengah berjibaku dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti diketahui, dua pegawai Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD), sebelumnya bernama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Medan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) dari Rumah Makan Ayam Penyet Ria, di Jalan Karya, Medan, Sabtu (18/8/2018).

Dalam OTT terhadap dua pegawai UPT BP2RD Kota Medan itu, Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp. 6 juta. Kedua orang tersebut masing–masing bernama M Haris Hasibuan dan Daud Saringan.(ft)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *