Catut Nama Aparat Hukum, Ketua Himpaudi Sawang Hantui Kepala Paud di Aceh Utara

ACEHUTARA | Bongkarnews.com – Sejumlah Kepala Lembaga Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD) di kabupaten Aceh Utara mengaku resah akibat dihantui Liza, Ketua Himpaudi Kecamatan Sawang, yang mengaku bersama tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kepolisian Polda Aceh, ke daerah mereka.

Informasi yang berhasil di kumpulkan media ini. Dari beberapa narasumber, sejumlah kepala Paud di Kabupaten Aceh Utara merasa resah, karena Liza bersama dua rekannya itu, menakut-nakuti mereka dengan mencatut nama KPK dan Polda Aceh, agar mereka menandatangani surat pengakuan, yang menyebutkan terjadi pungutan liar di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten tersebut.

Hal tersebut juga disampaikan oleh beberapa Kepala PAUD, di Kecamatan Kuta Makmur, yang meminta namanya tidak di sebutkan, saat memberikan keterangan terkait kasus tersebut, kepada wartawan, Selasa (2/10), bahkan mereka mengaku sangat resah dengan kehadiran Liza bersama dua rekannya yang mengaku dari Lembaga resmi Negara itu.

“Kami di kumpulkan di salah satu rumah di Kecamatan Kuta Makmur, dengan menggunakan jasa, Ketua Himpaudi kecamatan setempat Mursidah, atas dari Liza, yang juga Ketua Himpaudi Kecamatan Sawang, dengan dalih, kedatangan tim dari KPK dan Polda Aceh,” sebut sumber itu, saat melaporkan kejadian tersebut, ke kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Lhokseumawe.

Bahkan tambah sumber itu, ibu Liza memaksa mereka untuk menanda tangani berkas, yang menyatakan bahwa ada pungutan liar di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara. Bahkan para Kepala Paud itu juga mengaku, pihak Dinas PK tidak pernah memaksa mereka untuk memberikan free dari dana Bantuan Operasional Paud (BOP), Namun mereka tetap mendesak kami untuk membubuhkan tanda tangan, dengan memaparkan berbagai dalih.

Sementara itu Mursidah, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Kecamatan Kuta Makmur, saat di konfirmasi media ini, melalui telpon seluler, membenarkan bahwa, saudari Liza meminta dirinya untuk mengumpulkan para Kepala Paud di kecamatan tersebut, karena bersamanya turun tim dari KPK dan Polda Aceh untuk mengambil tanda tangan dari mereka.

“Liza menelpon saya dan meminta saya untuk mengumpulkan semua kepala Paud, di Kecamatan Kuta makmur, karena ada tim dari KPK dan Polda Aceh, yang terjun langsung ke kecamatan tersebut, untuk tandatangan surat pernyataan yang bahwa Dinas PK, melakukan pungli dari sejumlah kepala Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini di Aceh Utara,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Liza, yang juga Ketua Himpaudi Kecamatan Sawang, saat di konfirmasi melalui telpon genggamnya, menyakal bahwa dirinya mencatut nama KPK dan Polda Aceh, dalam melaksanakan aktifitas tersebut, namun darinya mengakui ada tim dari Polda Aceh yang di tugaskan untuk melakukan pendampingan terhadapnya.

“Saya tidak pernah menyebutkan nama KPK dan juga nama Insitunsi Kepolisian saat datang ke Kecamatan Kuta Makmur, dan saya tidak pernah memaksa dan menakuti mereka, untuk membubukan menandatangani pada surat pernyataan itu, bahkan mereka membibuhkan tandatangan secara sukarela,” kilah Liza.

Liza menambahkan, keresahan sejumlah Kepala Paud di Aceh Utara bukan di sebabkan oleh kehadirannya, namun ada pihak yang datang dan melakukan mengancam kepada mereka (Kepala Paud – Red), Ia menyebutkan sedang menggali informasi atas pengancaman itu, dan akan melaporkan kepada pihak penegak hukum.” Demikian Liza.

Sementara itu, Nurhasanah, Kepala Himpaudi, Kabupaten Aceh Utara, saat di Konfirmasi di kediamannya, menyebutkan, Himpaudi Aceh Utara tidak pernah memerintahkan Liza, yang juga menjabat Kepala Paud Cahaya Hate Wareh Nanggroe, Kecamatan Sawang, untuk melaksanakan melakukan kegiatan tersebut, bahkan saya sudah mengingatkannya agar tidak melakukan tindakan itu.

“Saya tidak pernah memerintahkan saudari Liza untuk melakukan hal itu, bahkan saya sudah pernah memberikan peringatan keras kepadanya. Namun Liza mengaku dalam aksi itu tidak pernah menyebut atau mengatas namakan Himpaudi Aceh Utara,” Sebut Hasanah.

Lanjut Hasanah, awalnya dia tidak tau kalou Liza telah turun ke beberapa kecamatan di Aceh Utara untuk mencari tanda tangan dari sejumlah kepala Paud. Tetapi ada salah satu kepala Paud memberi tau saya lewat telpon, selanjutnya saya langsung menindak lanjuti laporan tersebut, dan menanyakan langsung pada yang bersangkutan, namun Liza lebih banyak diam saat saya tanya tentang hal itu.” Tutup Hasanah. (TIM)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas