MEDAN | BONGKARNEWS – Suasana khidmat menyelimuti Aula keberangkatan Asrama Haji Medan saat Bupati Labuhanbatu dan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) secara resmi melepas keberangkatan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13, Rabu (6/5).

Rombongan yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Kota Medan ini dijadwalkan bertolak menuju tanah suci pada pukul 10.00 WIB.
Dalam keterangannya, Bupati Labuhanbatu Utara mengungkapkan adanya penyesuaian signifikan terkait kuota haji tahun ini. Beliau menjelaskan bahwa awalnya Kabupaten Labura dialokasikan mendapat kuota sebanyak 500 orang. Namun, menyusul adanya perubahan regulasi dan transisi nomenklatur dari Kementerian Agama menjadi Kementerian Haji dan Umrah, kuota final yang ditetapkan bagi Labura menjadi 217 orang. Adapun sisa kuota dalam Kloter 13 ini diisi oleh 21 jemaah asal Medan dan sisanya dari Kabupaten Labuhanbatu.
Meski demikian, dilaporkan satu orang jemaah asal Labura terpaksa menunda keberangkatannya akibat kendala kesehatan. Jemaah tersebut saat ini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Haji Medan.
“Satu jemaah kita sedang dirujuk. Kami upayakan beliau bisa tetap berangkat melalui Kloter 17 atau kloter terakhir, dengan catatan kondisi kesehatannya sudah dinyatakan layak terbang oleh tim medis,” ujar Bupati Labura.
Kloter 13 kali ini memiliki komposisi yang unik, di mana terdapat dua jemaah dengan usia termuda, serta satu jemaah tertua yang telah menginjak usia 86 tahun. Mengingat kondisi fisiknya, jemaah lansia tersebut harus mendapatkan bantuan kursi roda selama proses keberangkatan.Menutup prosesi pelepasan, para kepala daerah menitipkan pesan menyentuh bagi seluruh tamu Allah tersebut. Bupati berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga semangat dan kondisi fisik selama menjalankan ibadah di tanah suci.
“Harapan kami hanya satu, semoga seluruh jemaah berangkat dalam keadaan sehat dan kembali ke tanah air dengan sehat pula serta menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
(HZA)





