Berpakaian Adat Daerah Walikota Bertindak Sebagai Irup HUT Subulussalam Ke 55

SUBULUSSALAM | BN – Puncak memperingati HUT  Subulussalam yang ke-55.Walikota Subulussalam H.Merah Sakti SH berperan sebagai Inspektur upacara dengan memakai pakaian adat daerah kota Subulussalam, yang difasilitasi oleh MAA kota subulussalam.

Dalam pelaksanan upacara hut subulussalam tersebut turut dihadiri oleh danrem 012/.t.u.umar, kol.inf. Nefra firdaus SE.MM yang di dampingi oleh istri beserta dengan kasrem,kol inf.dedi p dan  juga dandim 0109 aceh singkil,letkol kav kapti hertantiyawan sh, wakapolres aceh singkil kompol muhgi prasetyo. H,ketua dprk subulussalam bapak hariansyah dan wakil ketua 1 dprk ibu hj.mariani harahap serta anggota dprk lainnya.

Wakil Walikota Drs.Salmaza.MAP, Kajari Aceh Singkil irwansyah . SH.MM, ketua mpu,sekda,sekwan, ketua tim penggerak pkk,tokoh partai politik,dpc hanura kota subulussalam h. Alfan alfian bintang dan seluruh jajaran kepala dinas badan dan kantor pemerintah kota subulussalam, mukim,kepala kampong  yang  mana upacara tersebut akan dilaksanakan di lapangan tribun komplek perkantoran walikota subulussalam,kecamatan simpang kiri, kampong lae oram pada hari kamis 14 september 2017,

Upacara memperingati hari jadi subulussalam yang ke 55 tersebut di awali dengan pembacaan Do’a selanjutnya  selawat badar, memberikan penghormatan kepada Inspektur upacara dan di lanjutkan menyanyikan Mars Himda kota subulussalam dan Hening Cipta di pimpin oleh Inspektur Upacara dalam rangka untuk  mengenang Jasa Pahlawan pendiri  subulussalam pada 55 tahun yang silam.

Sekaligus untuk mendengarkan pidato Walikota. Dalam sambutanya meminta kepada seluruh peserta upacara dan tamu undangan jangan ada menjadi polemik di antara kita mengenai baju adat kota subulussalam hal ini perlu di luruskan mengenai baju adat kota subulussalam saya meminta kepada MAA.

Polemik baju adat kota subulussalam yang ber motif piring perpinangan Jangan dijadikan lambang partai Golkar kata merah sakti mirip dengan lambang partai saya ” katanya
” saya tidak setuju”adanya lambang partai ungkapnya Dan beliau juga menyampaikan  sejarah hari jadi Subulussalam,pada 14 September 1962, dari nama awalnya adalah pasar runding.
Di sanalah awalnya berkibar bendera sang saka merah putih.

lalu berpindah kecamatan ke Simpang Kiri di simpang empat di namai subulussalam.
dan di saat itulah sebut pemimpin Wedana.Raja Ulasi. Raja Jamaludin di sebut Walikota Subulussalam Ayah Saya Sendiri dan ada delapan tokoh yang pendiri subulussalam  kita perlu mengingat sejarah perjuangan subulussalam. Dan bahkan saat ini, sudah menjadi kota subulussalam pada tahun 2007 dari  pemekaran Kabupaten Aceh singkil.
kita harus berterimakasih Kepada tokoh tokoh pemekaran kota subulussalam pada saat ini.

Walikota meminta kepada seluruh masyarakat kota subulussalam untuk mensyukuri sampai saat ini di saat pimpinan saya sudah dua priode.

tentunya perkembangan pembangunan sudah kita rasakan baik pembangunan fisik seperti jalan ke desa desa sudah aspal dan berbagai pembangunan lainnya sudah membuahkan hasil. yang saat ini perlu kita dukung pembangunan makodim hampir rampung menunggu finishing dan pembangunan rumah perwira makodim di Kampong Kuta Tengah, kecamatan Penanggalan

Selesai acara ini kita akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan perumahan perwira makodim nantinya. ini lah sebuah visi misi selama kepemimpinan saya menjadi Walikota” Ujarnya (SJP)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *