Bayi Mungil Itu Tewas di Kantung Plastik

Bahkan sekejam-kejamnya macan tak mungkin menerkam anaknya sendiri, betapa pun buasnya hewan tetap akan menyayangi anak kandungnya. Lantas bagaimana seorang manusia tega membuang bahkan membunuh darah dagingnya?..  Mungkin inilah yang disebut manusia lebih buas dari binatang, miris bukan… Namun inilah kenyataanya. Ya bagi kita manusia yang bermoral tentunya apapun alasanya perbuatan ini sungguh lakhnat dan buat pelaku sudah sewajarnyalah diganjar hukum yang setimpal. Kita tunggu apakah pihak kepolisian berhasil mengungkap pelaku. Anehnya dalam sepekan ini ada dua bayi yang ditemukan dalam kantung plastik di kecamatan Siak Kecil, Siak. Demikian peristiwa ini terjadi…

SIAK | Bongkarnews.com – Warga Siak Kecil dalam sepekan ini digegerkan dengan penemuan bayi dalam kantung plastik. Bayangkan dalam sepekan dua bayi mungil ditemukan warga, tepatnya tanggal (15/10) lalu. Seorang bayi perempuan mungil ditemukan warga di depan kios bensin eceran, beruntung bayi perempuan itu dalam keadaan hidup ditemukan dan berhasil dibawa ke puskesmas setempat untuk dirawat. 

Belum genap sepekan tepatnya, Sabtu (20/10) warga kembali menemukan sesosok bayi perempuan dalam kantung plastik yang tergantung di sebuah rumah kosong. Sayangnya bayi malang ini ditemukan sudah tidak bernyawa lagi.

Peristiwa ini bermula dari seorang warga bernama Nurwadi (51) warga dusun Rumbai Jaya, Rt 19, Rw 10, Desa Lubuk Gaung, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau, menemukan bayi perempuan tergantung dalam plastik asoi di rumah kosong. Rumah kosong diketahui milik warga bernama Jabat yang berjarak kurang lebih 20 M jarak dari rumah Nurwadi.

“Kami tetangga pak sama rumah kosong milik pak Jabat, jaraknya lebih kurang 20 M. Rumah kosong di tinggal pemiliknya lebih kurang setahun. Namun pemilik rumah kadangkala datang untuk mengotrol kondisi rumahnya. “, terang, Nurwadi, lanjutnya.

“Pagi itu Sabtu, 20 Oktober 2018, lebih kurang sekitar jam 06,00 WIB, seperti biasa aku rutin nyiram tanaman cabe, namun saat lagi nyiram saya melihat kantong plastik asoi hitam tergantung di depan rumah kosong dan aku curiga lalu aku colok dengan jari, saat saya colok plastik terasa lembek. Pas kubuka ternyata isinya bayi,” cerita Nurwadi pada wartawan.

Selanjutnya dengan adanya penemuan bayi Nurwadi bersama istri serta tetangga, memanggil RT setempat. Melalui perangkat dusun Rumbai Jaya, penemuan bayi perempuan dilaporkan ke Polsek Siak Kecil.

Hal ini juga dibenarkan perangkat desa serta anggota Polsek yang tiba di TKP.

“saya selaku Kadus bersama warga melaporkan penemuan bayi ke Polsek. Namun saat penemuan bayi dapat kami simpulkan bayi tersebut sudah kondisi meninggal dunia”, ungkap Kadus Rumbai Jaya, Firmansa.

“Miris juga kita melihat kondisi bayi di dalam plastik, sepertinya bayi dilahirkan di tempat yang tidak layak dikarenakan bayi disamping dibungkus dalam plastik juga ada kita temukan disekujur badanya dedaunan kering”, ungkap Kadus prihatin.

Selanjutnya bayi perempuan yang ditemukan warga dibawa ke IGD Puskesmas Lubuk Muda. Pihak dinas UPT kesehatan Siak Kecil, sesuai konfirmasi media ini melalui hubungan seluler ke Puskesmas Lubuk Muda.

“benar anggota Polsek Siak Kecil sekitar jam 08.30 WIB mengantarkan bayi perempuan berat badan 1300 Gram, tali pusat sepanjang 11 Cm dalam kondisi sudah meninggal ke IGD Puskesmas Lubuk Muda. Diperkirakan bayi lahir prematur dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi diperiksa oleh dr Darmalius Saputra dan dilakukan VeR ( Visum et repertum) penanganan jenazah”, imbuh Ka-UPT Dinas Kesehatan Siak Kecil, dr Tuanya Yosef Manalu MP.

Kapolsek Siak Kecil, melalui KanitRes, Aipda Rudi Sirait, mengatakan, Penemuan bayi perempuan yang ditinggal pelaku tergantung di rumah kosong dengan kondisi telah meninggal di dusun Rumah Jaya masih dalam penyelidikan.

Pantauan media ini dilapangan, jenazah bayi di kebumikan dengan selayaknya sekitar jam 10.45 wib di TPU dusun Rumbai Jaya, di saksikan anggota Polsek Siak Kecil, serta perangkat dusun Rumbai Jaya juga beberapa warga setempat yang mewakili. (Tonagian)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas