Bayi Baru Lahir di Buang dalam Sumur WC

Bireuen-Dua remaja asal Awee Geurah, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen terpaksa membuang bayi di luar nikah untuk menghilangkan bukti keterlibatannya, di  Gampung Cibrek yang kemudian kasus tersebut terungkap oleh warga setempat.

Hal itu diungkap Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja, SIK, MH yang ditemani Kasat Reskrim dalam konfrensi Pers dengan awak media, Rabu (23/3), maka dengan keterlibatannya itu, pasangan lelaki, I dan DDF diancam dengan pasal  Pasal 341 Jo Pasal 342 Jo Pasal 343 Jo Pasal 55 KUHP.”Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara,” papar Kapolres Bireuen.

Bacaan Lainnya

Kasus itu berawal tanggal 14 Maret 2022, sekitar pukul 06.30 WIB yang mengatakan kepada I. jika perutnya mengeluarkan cairan lain, untuk itu DDF mengajak pasangannya ke bidan. Sekitar pukul 08.00 keluar dari rumah dengan mengunakan sepada motor seraya mengatakan  kepoda orang tuanya tidak pergi ke sekolah karena sedang sakit perut.

Seterusnya DDF menjemput I dan kedua berangkat menuju ke rumah bidan yang bertugas di Gampong Luen Daneun, Kecamatan Pesangan Siblah Krueng, yang kebetulan bidanya tidak berada di tempat. Sekanjutnya ke bidan di Gampong Teupin Raya, yang kebetulan bidannya juga tidak di tempat.

Lalu, pergi ke bidan di Keude Hasan, Kecamatan Peusangan dan mengatakan dirinya kurang sehat dan oleh bidan setempat untuk ke RSUD saja, dan keduanya mengatakan ke bidan, ingin pulang saja.Dalam perjalanan pulang melihat meunasah di Gampong Cibreuk, Peusangan Siblah Cebreuk, Peusangan Selatan, yang langsung menuju WC sendirian  yang ada di tempat ibadah itu. Tidak lama kemudian DDF memanggil I untuk masuk ke dalam WC tersebut.

Pada saat I masuk ke WC itu, melihat bayi sedang ke keluar  dari Rahim DDF dan meminta untuk menarik keluar dare rahimnya, yang kemudian I menggendong dan melihat bayi bayi tersebut tidak bergerak sedikitpun. Oleh I sempat bertanya kepada DDF mau di apakan bayi tersebut dan DDF tidak menjawabnya, karena kondisinya sangat lemas.

Namun beberapa saat kemudian oleh I membuang bayi tersebut ke dalam sumur yang ada dalam WC dengan menutup kembali  dengan mengunakan trilek dan seterusnya pulang ke rumahnya. Lalu setiba di jembatan Awee Geutah DDF mengalami pendarahan dan sempat tercecer di jembatan tersebut.

Setelah DDF mencuci darah di bawah jembatan dan kedua pun pulang ke rumahnya. Setelah terjadinya kasus tersebut, saudara I langsung menuju Abdya dan polisi yang berhasil mengungkap kasus tersebut meminta keluarga I untuk kembali ke Bireuen untuk mempertanggungjawabkan kasus tersebut. Akhirnya  himbaun pihak kepolisian di dengar I dan kemudian menyerahkan diri pada pihak berwajib.

Dalam kesempatan tersebut juga diekspos tindak pidana menyangkut memiliki dan mengusai kayu hasil hutan  tanpa dilengkapi dokumen dan surat keterangan sahnya hasil hutan (illegal Looging). Setidaknya empat tersangka telah diamankan Polres Bireuen.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait