BINJAI, BN.
Walaupun Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu,SH.M.Si gencar-gencarnya membrantas aksi perjudian, namun disatu sisi salah satu Polsek Binjai yang berada di Tandem hilir malah melakukan pembiaran perjudian jenis sabung ayam dan perjudian dadu alias kopyok yang belakangan ini kian marak beroprasi yang dibuka sekelompok gembong mafia judi, seakan terkesan kebal hukum.
Pantauan BN di lapangan selama sepekan ini, praktik perjudian jenis sabung ayam dan perjudian dadu alias kopyok yang ada di Gg Swadaya, Pasar I, Dsn VII, Desa Tandem Hilir dikelolah oleh Pemilik lahan berinisial Ajon dan dibantu oleh Pak Men yang bertugas mengelolah sekaligus sebagai Bandar judi dadu.
Mulusnya aksi perjudian yang diadakan sejak hari senin hingga hari Sabtu tersebut dibuka secara terang-terangan dan dimulai sejak Pukul 13.00.Wib sampai Pukul 18.30.Wib, sementara dalam aksi tersebut sejumlah anggota Polsek Tandem setiap harinya tampak hadir di lokalisasi perjudian tersebut dan diduga mereka mengambil upeti sekaligus jatah buat pimpinannya.
Lokasi perjudian tersebut sengaja disediakan Ajon persis perkebunan kelapa sawit milik nya yang konon dilokasi tersebut dijaga ketat oleh sekelompok pereman suruhan nya bersama Oknum yang mengaku-ngaku sebagai anggota LSM untuk melancarkan aksi perjudian.
Tidak tanggung-tanggung, dari praktik perjudian tersebut, pengelolah Ajon bisa mengeruk keuntungan mencapai puluhan juta rupiah dari lokasi judi itu , sebab dari hasil kemenangan para pemain, Ajon wajib menerima upeti persentase kemenangan dengan dalih sebagai jasa tempat dan juga setoran pada pihak Aparat setempat.
Hal tersebut di katakan Pak Jol, saat berada di lokasi perjudian milik Ajon kepada BN ketika berbincang-bincang,
”tempat ini memang strategis untuk bermain, apalagi jauh dari rumah warga, sedangkan lokasi ini sudah diseterilkan oleh pemilik lokasi” ungkap Pak Jol.
Dipaparkan nya lagi ,”Sedangkan setiap orang yang masuk disini tidak dikenakan biaya tiket masuk, dan pemain hanya dikenakan biaya persen saja dari kemenangan sebagai jasa tempat, Ya enak lah tempatnya ini apalagi ada dadunya untuk mengisi selingan waktu ketika ayam belum bertanding” papar nya.
Sedangkan dari aksi perjudian jenis dadu yang di lakoni oleh Pak Men, bahwa sejumlah pemain yang datang bukan saja dari daerah setempat, namun juga datang dari daerah Stabat, Binjai, Medan dan bahkan dari tebing tinggi.
Ketika BN melakukan investigasi di lapangan, sejumlah pereman peliharaan Ajon dan Pak Men langsung kepanasan mencoba mengusir Wartawan yang bahkan mengatakan “Buat saja berita nya besar-besar biar kami terkenal” Ujar nya singkat.
Sementara itu Kapolsek Binjai (Tandem hilir-red) AKP Arna ketika dikonfirmasi BN melalui Via Ponsel nya terkait marak nya praktik perjudian jenis sabung ayam dan perjudian dadu alias kopyok yang dikelolah oleh Ajon bersama Pak Men, hingga berita ini diterbitkan tak kunjung ada jawaban.
Marak nya aksi perjudian yang dikelolah Ajon bersama Pak Men di Wilayah hokum Polsek Tandem yang terkesan kebal hukum dan selama ini dilakukan pembiaran, Masyarakat berharap kepada Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu untuk menyikat habis perjudian untuk tidak tebang pilih dan berharap dapat menagkap para komplotan Bandar judi Ajon dan menutup lokalisasi perjudian tersebut.(Sonti).





