Akses Jalan Warga Tertutup Akibat Pembuatan Jalur Rel PJKA

example banner

TAMIANG | Bongkarnews.com – Semenjak pekerjaan pembangunan jalur rel Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) Sumatera Utara-Aceh dilaksanakan oleh PJKA, sangat berdampak serius bagi sebahagian warga yang berdomisili di sepanjang jalur pembangunan rel Kereta Api, terutama bagi warga yang selama ini menggunakan bantaran jalur rel sebagai sarana jalan hilir mudik mereka sehari-hari. Seperti yang dialami warga Dusun Karya (Kampung Rel) Desa Semadam Kecamatan Kejuruan Muda.

“Lebih kurang sudah tiga minggu ini, kami tidak dapat melakukan aktifitas kerja dikarenakan akses jalan yang selama ini dilalui oleh warga sudah tertutup akibat pekerjaan pembuatan jalur rel PJKA” ungkap Masita yang didampingi sejumlah ibu-ibu menyampaikan keluh kesahnya kepada Bongkarnews.com, Senin (15/10) di Semadam.

Dari pantauan Bongkarnews.com di lapangan, pekerjaan penimbunan tanah merah pada pembuatan jalur rel PJKA pada saat musim hujan ini sangat memprihatinkan bagi warga yang melintasi jalur tersebut diakibatkan licin sehingga mudah tergelincir. “Jalan kaki saja susah, apalagi menggunakan kenderaan” katanya yang diaminkan beberapa warga.

Warga yang berdomisili di Kampung Rel, berjumlah lebih kurang 200 KK yang menggantung nasib mereka dijalur jalan ini. “Kami sudah menyampaikan permasalahan ini kepada Datok Penghulu Desa Semadam. Datok sudah sampaikan kepada pihak pelaksana pekerjaan ini yang janjinya akan membuat akses jalan keluar masuk bagi warga, tapi hingga kini belum direalisasikan” ujar Zuleha.

“Sebahagian warga, sambung Zuleha kembali, juga sudah menghibahkan tanah untuk dibuat akses jalan keluar masuk bagi warga yang berada disisi jalur pembangunan jalur rel. Tapi akses jalan yang akan dibangun Datok Penghulu tidak terwujud juga.

“Kami hanya butuh akses jalan ! Terserah PJKA yang mau buat selebar 1,5 meter atau Datok Penghulu selebar 2,5 meter.  Karena sudah tiga minggu ini ekonomi warga dalam berusaha terlantar, termasuk anak-anak tidak dapat bersekolah dikarenakan jalan yang becek dan licin” cetus para ibu-ibu yang mengharapkan kepedulian PJKA dan Pemerintah Aceh Tamiang.

Sementara Daryusman Datok Penghulu Desa Semadam mengakui sangat prihatin terhadap nasib warganya di Kampung Rel (Dusun Karya). “Kalau sudah musim hujan begini, kitapun tidak dapat lewat” kata Yus sapaan akrab Datok Penghulu mengenai nasib warganya saat ditemui Bongkarnews.com diruang kerjanya. Menurutnya, pihak pelaksana penimbunan bantaran jalur rel PJKA, Yudi berjanji minggu ini akan membuat akses jalan. “Kalau tidak salah, hasil koordinasi dengan Yudi, Selasa ini akan dibuat jalan disisi bantaran jalur rel” kata Yus.

Masih menurut Yus, untuk jalan secara permanen, jadi jalan Kampung (Desa) harus ada penghibahan dari warga sehingga dapat dimasukkan pada APBKampung melalui dana ADD. “Dikarenakan masih ada beberapa warga yang tidak mau menghibahkan tanah untuk jalan, maka tidak dapat di anggarkan” ungkap Datok Penghulu Desa.

“Sebab dana ADD tidak dapat digunakan untuk ganti rugi tanah. Jadi kalau semua sudah hibahkan baru dibangun” kata Yus yang mengakui sebahagian warga sudah menghibahkan tanah warga untuk jalan.

Datok Penghulu juga mendukung tindakan warga, bilamana pihak PJKA belum membuat akses jalan sesuai janjinya. “Silahkan tutup jalur bantaran dengan triplek atau lakukan demo. Namun saya minta kepada warga untuk lapor ke Datok Penghulu (dirinya-red) terlebih dahulu karena saya tidak mau warga ditahan gara-gara memperjuangkan hak warga. Biar saya berkoordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait” imbau Datok Penghulu Desa Semadam ini. (AY)

Teks foto : Warga Dusun Karya (Kampung Rel) Desa Semadam Kecamatan Kejuruan Muda saat menunjukkan akses jalan yang sudah tertutup oleh pekerjaan penimbunan bantaran jalur rel PJKA

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas