Liputan AY.007
ACEHTAMIANG | Bongkarnews.com – Emosi memuncak jelang sepekan Ramadhan. Tuntutan segala hal pun mengemuka. Termasuk utang piutang. Ya, begitulah seyogianya terjadi, seperti menerpa 72 petugas cleaning service (CS) yang bekerja di RSUD Aceh Tamiang.
Kabar beredar, sudah empat bulan gaji sebanyak 72 pekerja CS tak dibayar oleh pihak rumah sakit plat merah itu. Padahal sebentar lagi Ramadhan dan dipastikan membutuhkan banyak biaya.
Tak kuasa menahan gegap di dada, alhasil Jumat (11/5), para CS itu menggebrak ruangan Direktur RSUD Aceh Tamiang. Namun sayang, saat itu sang direktur tak berada di tempat.
Menurut beberapa petugas CS, aksi yang mereka lakukan dikarenakan desakan kebutuhan ekonomi. “Bagi kami petugas cleaning servis (CS) uang Rp 2.400.000, ini sangat berguna.” terang para petugas CS ini.
Sebelumnya, perwakilan petugas CS, Heri Tirtana dengan Nurul telah menjumpai Direktur RSUD dr. Mustakim. Menurut perwakilan petugas CS, solusi yang ditawarkan direktur kepada perwakilan CS, mereka petugas CS akan diberikan pinjaman sebesar Rp 200.000, perorang.
“Tapi bila petugas CS tidak mau ya sudah, karena saat ini bukan hanya petugas CS saja yang butuh uang, RSUD juga butuh. Begitu kalimat direktur menyampaikan kepada perwakilan petugas CS,” jelas mereka beramai-ramai.
Dari data yang diperoleh, jumlah gaji petugas CS sebesar Rp 172.800.000, itu yang harus dikeluarkan pihak manajemen RSUD Aceh Tamiang. Dan anggaran ini sudah terplot, tetapi mengapa bisa tidak ada.
“Jika direktur merasa tidak senang dengan penuntutan hak kerja kami. Jika direktur ingin pecat kami silahkan pecat semuanya,” ujar para petugas CS ini.
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya direktur RSUD, dr. Mustakim sebelum shalat Jumat langsung menggelar rapat dengan petugas CS. Dari rapat tersebut, hanya mampu membayar dua bulan gaji kepada petugas CS.
“Nanti sisanya lagi dalam pengurusan. Bila ada yang keberatan, silahkan menghadap Wakil Bupati. Itu kata direktur,” terang salah seorang petugas CS usai rapat tertutup.
Sementara, usai rapat Direktur RSUD langsung beranjak pergi ke ruang kerjanya. Menurut dr. Mustakim, pihaknya akan bayar gaji mereka. Ini sedang dalam pengurusan di BPKD. Masalah administrasi sehingga terjadi keterlambatan dikarenakan SK petugas CS keluar akhir April lalu.
“Secepatnya kita akan bayar, saya juga sudah berkoordinasi dengan Wabup dan Asisten III,” ungkap Mustakim.






