24 Hektar Kebun Warga Digasak Preman 

Liputan R Sirait
DUMAI | Bongkarnews.com – Aksi premanisme menimpa warga RT 09, Kelurahan Gurun Panjang, Kecamatan Bukti Kapur, Dumai. Lahan warga sekitar 24 hektar yang telah ditanami pohon karet dan sawit disapu bersih hingga rata dengan tanah. Akibat perbuatan para preman itu, petani di sana merugi sekira ratusan juta rupiah.

Kepada Bongkarnews, dua perwakilan warga, Mansur Sitorus dan Ramli memberi keterangan, Sabtu (12/5). “Ada 19 kepala keluarga mendiami RT 09 ini. Ya, semuanya petani. Kami tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Perjuangan,” singkat Mansur didampingi Ramli.

Kronologi kejadian pada Maret lalu. Info diperoleh Mansur, saat itu ada enam orang preman yang diduga merupakan pekerja kebun. Mereka datang ke lahan warga yang sedang ditanami pohon karet serta sawit. Dengan beringas, preman tersebut mengobrak-abrik dan meratakan lahan warga di sana.

Lahan Mansur sendiri seluas 12 hektar berisi tanaman karet berusia 4 tahun 150 batang. Tanaman karet 1.000 batang yang umurnya baru 1 bulan. “Tanaman karet saya semuanya dicabuti mereka,” terangnya.

Nah, katanya lagi, saat tepergok, enam preman itu sedang menanami lahan yang diduduki Mansur. “Mereka mengaku pekerja kebun milik Dev yang lokasinya tak jauh dari lahan milik saya. Dan sempat saya tanya, kalau mereka mengaku orang suruhan,” tukasnya.

Sebelum peristiwa pilu Maret lalu, rupanya lahan Mansur beserta warga di sana juga pernah dibakar oleh orang lain. Itu terjadi pada 2013 lalu. “Tapi saat itu masih ada sisa sawit yang hidup. Perbuatan perusakan sawit tersebut terungkap setelah ketua RT 09 Gurun Panjang Dwi Saputra melakukan penyelusuran dilapangan. Ternyata bahwa pelaku adalah pihak dari kelompok pekerja kebun Dev,” katanya.

Dwi Saputra, Ketua RT 09 Gurun Panjang saat dikonfirmasi wartawan Bongkarnews, membenarkan terjadi perusakan tanaman karet dan sawit milik Mansur Sitorus,  dan milik Farhan Halawa termasuk kelompok Ramli.

Terpisah, terkait perusakan tanaman sawit milik warga didalam hamparan kelompok tani Gurun Panjang diduga kuat dilakukan kelompok pekerja kebun terungkap sesuai dengan pengakuan dari penjaga kebun Dev. Penjaga kebun Dev mengakui bahwa pekerja tersebut melakukan perusakan tanaman sawit milik, seperti tertuang dari mulut Dwi Saputra.

“Aksi perusakan tersebut tidak dapat kami diamkan. Kita Segera melaporkan ke Polri, terutama juga ke Presiden RI, Komnas Ham,” jelas warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *