BIREUEN | BN – Intinya “Jangan Sampai Ada Dusta Diantara Kita”, demikian Kalimat Pujangga Yang Kerab Menghiasi Bibir H Saifannur Jelang menyudahi Pidato Resmi Seorang Kepala Daerah. Malah Ujaran Kalimat itu kian sering diucap H Saifannur pasca beliau dilantik dan dinobatkan sebagai Bupati Kabupaten Bireuen Priode 2017 – 2022 mendatang oleh Gubernur Aceh Drh Irwandi Yusuf awal Agustus lalu..
Dalam satu pelaksanaan acara apel rutin Upacara Penaikan Bendera Merah Putih Senin pagi Pengusaha Sukses Yang Sosoknya Dikenal Umum Seorang Kontraktor Bidang Rekontruksi ini kembali Melafalkan Susunan Kata “Jangan Pernah Ada Dusta Diantara Kita”, dengan intonasi seakan penuh harap.
Uraian Kalimat Yang Semakin Sering Terucap dari sosok H Saifannur Tak Ada Sahutan Kata Balas Yang Bisa Dikondisikan Sebagai Angin Lalu itu, Seorang Wanita Setengah Baya saat ini Sempat Mengobrak Abrik SOP Rencana Awal Suasana Hening Lokasi Tempat Upaca Rutin Tersebut Dilaksanakan.
Seorang Pemuda Mengenakan Kostum PNS Nampak masih Siaga I Dalam Barisan Peserta Upacara dibagian Belakang Secara Spontanitas Termakhnit Mengeluarkan Suara Lantang Sembari Berucap.Oh Bireuen ku….!
Tak Jelas Harapan Dasar Apa Bupati Bireuen H Saifannur Hingga Terkesan Sedikit Harapan terkabul dari Apa Yang Sedang Menguasai pemikirannya. Se Kabur Makna Dari Untaian Kata Oh, Bireuenku Yang Diucap Lantang Oleh Pemuda Cerdas PNS Golongan II tersebut.
Seusai Upacara Apel Rutin Hari Senin Waktu Itu, Bongkar News Berupaya Menemui Anak Muda Lajang Yang Sempat Membuat Sebagian Besar Dari PNS Kantor Bupati Bireuen Terperanjat Dengan Aksi Teriakan Sporadis.
“Saya Terpana Mendengar Isi Ungkapan Pidato Yang Disampaikan Oleh Pak Bupati, Sampai Selepas H Saifan Menyampaikan kata-kata nasehat dengan ucapan dan gerak tubuh yang sedemikian serius, sungguh Kita Pantas Berada Bersama Mereka berbuat Semampu Kita” Tanggap Pemuda Dengan Aura Tegas dan Sportif,Seraya Mengharap kepada Awak Media Yang Mendekat Untuk Tidak Mempublikasikan Identitas pribadinya.
Menurut informasi yang diperoleh BongkarNews dari sejumlah kalangan, Sipemuda Idealis Yang Juga Berani Berexperience terhadap kebijakan Seorang Bupati untuk Kemajuan daerah merasa sangat prihatin dan Salut Karena Memiliki Sikap
“Dengan Karna Allah”, diiringi mimik wajah serta irama kata yang disampaikan H Saifannur, Seakan Memunculkan Kesan bahwa Sederetan Kata Advice Yang Telah Disampaikan kepada Masyarakat , Agar dicerna positif, Bermakna terutama Bagi jajaran PNS Pemerintahan Kabupaten Bireuen.
Sikap H Saifannur S.Sos Dalam Mengayomi Bawahannya memunculkan Aura Keikhlasan serta Penuh Kebapaan. Beliau Tidak Menilai Orang Secara Negatif Terhadap bawahan, Meskipun Keberadaan Mereka Semua, Awalnya Memang Terbentuk Semasa Bireuen Masih Dibawah Kendali Ruslan M Daud Bupati Bireuen Sebelum Dirinya.
Begitu Juga Soal Adanya Dengung Miring Dari Ulah Nakal Pejabat Pemerintahan Bireuen Yang Sebelumnya Santer Terekspos Kabar Melalui Beragam Media, Sedikitpun Tidak Dijadikan Catatan Hitam Apalagi Untuk Memata-Matai Sikap serta Rutinitas Kinerja Melaui Masukan Informasi Spionase.
Saifannur Menganggap semua Permainan Jalur Hitam Yang Sempat Mencuat Sebelum Beliau Jadi Bupati Itu Terjadi “Tok” Disebabkan Perlakuan Dari Oknum. “ Itukan Cerita Lama, Yang Penting Dimasa Saya Memimpin Sekarang Ini Mari Kita Membangun Bireuen Secara Ikhlas, Cepat & Tuntas”, begitu Antara Lain Harapan Saifannur..
Uraian Kata Pidato Oleh Bupati Yang Secara Pribadi Juga Tercatat Sebagai Pemangku Jabatan Ketua Umum Partai Golkar Kabupaten Bireuen, H Saifan Kini sedang focus Mensosialisasikan Berhubungan Dengan Adab Serta Kedisiplinan.
Harapan Tersebut Khususnya Bagi Pegawai Pemerintahan Agar Tertata Serius dan Wajib Dijalankan sesuai Aturan Baku Keluaran Dari Badan Keuangan Negara (BKN).Namun Semusim Dengan Upaya Kepala Daerah Bireuen Sosok Berlatar Belakang “Pengusaha Sukses” Yang Kini Sedang Rajin – Rajinnya Belajar Instans untuk Piawai Menjadi Sosok “Pelayan Publik” Sesungguhnya, Desas-Desus Kebijakan Miring Hingga Tindakan Tidak Manusiawi Dengan Sikap Memeras Dengan Berbagai Modus Kembali Terhendus dilingkup Salah Satu SKPK Setretariat Kantor Bupati Bireuen.
Di Kabupaten Bireuen Permainan Merupakan Sambungan Kisah Lama, Dibawah SKPK serta Oknum Pemain Serta Pimpinan SKPK Yang Sama Ditambah sasaran Korban dari kalangan Yang Juga Sama. Pun Menggunakan Modus Operandi Yang Sama, Namun Alur Kisahnya Diperankan Dibawah Penguasa Bupati Bireuen Yang Bukan Lagi Orang Yang Lama.
Segudang Informasi hangat yang Berbau Amis DiKalangan PNS se Kabupaten Bireuen Setidaknya Sejak Juni Silam Kembali Menjadi Cerita menarik Hingga dikatagorikan Tranding Topik Di Bahas Oleh berbagai kalangan Masyarakat. Judul Tepatnya Adalah Terkait Aksi Pemerasan Terhadap Jajaran PNS Yang Ingin Mengurusi Perlengkapan ADM Terutama Terhadap Pegawai Yang BerUrusan Kenaikan Pangkat dan Golongan Serta Pencantuman Gelar Sesuai Dengan Tamatan Almamater.
Menurut Penuturan sumber dari Beberapa PNS yang rata-rata dari level Golongan II lingkungan Pemkab Bireuen Kepada BongkarNews Kamis 23 November 2017 Dijajaran Caffee 88 Depan Pendopo Bupati Bireuen menyatakan, Sebahagian dari mereka Yang Mengurusi Urusan Penyesuaian Ijazah, Pangkat dan golongan Serta Pencantuman Gelar sesuai dengan Tamatan Akademik, Hingga Senin 27 November 2017 Belum Tuntas Dilakukan pengurusan Padahal Masa Tunggu Sudah Berjalan Sudah Sekira Enam Bulan Lamanya.
Sejumlah Empat PNS dari SKPK berbeda Menyatakan Dirinya adalah Bagian Dari Korban Permainan Sang Kepala SKPK Bidangnya Melalui Kabid Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Bireuen benama Rita Suhana, Karena Menolak Memberikan Uang Bensin Rp 500.000,- setiap SK Yang Harus dihantar dan diProses Sampai Ke Kantor BKN di Banda Aceh.
Sementara Jumlah PNS separuhnya yang awalnya juga sependeritaan dengan mereka Sudah Sekitar empat bulan lalu Tuntas Diproses dan sudah menerima SK Baru hasil Penyesuaian.
“Kelicikan Bu Kabid Asli Sumatra Utara Itu Menjalankan Modus Minta Uang Bukan Secara “One Man Show”, Namun Juga Melibatkan Jaringan kalangan Kasubbag Kepagawaian masing-masing SKPK(Total 26 SKPK), dan juga Kabid Kepegawaian di Kantor Camat (ada 17 Kantor Camat),” Kupas seorang dari Empat Wanita PNS Sumber media ini, Dan menurutnya sulit untuk Diakui karena Tak Mudah Untuk Dibuktikan Secara OTT (Operasi Tangkap Tangan).
Terkait dengan system atau Modus “Mesti Setor” Uang Pengurusan itu juga disampaikan dengan Kalimat “Skak” Oleh Oknum-Oknum Bagian Subbid SKPK dengan uraian bahasa “Diplomasi” dalam artian tidak spontan minta bayaran uang.
“Jika Kalian Tidak Mau Kasih Uang Rp 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) Seperti Pegawai-pegawai sebelum Tidak Masalah karena Hal Ini memeng Tugas Bidang Kami. Tapi Kalau Ternyata Ada Sesuatu Yang rancu dan perlu dibetulkan sampai di BKN sana Kami Tidak Bertanggungjawab dan silahkan proses untuk betulin sendiri kesana,” Ungkap Seorang Sumber Lain Meniru Ucapan dan Intonasi seorang Kasubbag Kepegawaian instansinya, sembari mengakui tentu saja dianya bersama rekan-rekan menjadi khawatir dan akhirnya Uang Rp 500.000 Yang Mereka Idamkan, akhirnya g o l seperti Diharap.
Sejumlah PNS yang Menjadi Korban “Pemerasan” serta Beberapa Tokoh Masyarakat Peduli akan Kemajuan Kabupaten Bireuen Menanggapi system Penerapan Urusan Tugas pemerintahan dibawah Pimpinan Drs M Isa itu Sangat Meyesalkan serta mengharapkan pembenahan total Kepada Pasangan Pimpinan Yang Baru H Saifannur – H Muzakkar A Gani terkait permainan kotor seperti yang sudah menahun dan berkarat terhendus public dibawah SKPK BKPSDM Setdakab Bireuen, untuk menciptakan pemerintahan bersih (Clean Govermance) Yang tergolong salah satu komitment yang akan dibenah secara serius yang dikoarkan dalam janji masa kampanye disalah satu tempat, jelang Pilkada Belum Lama ini.
Menanggapi Perkembangan Tak Beretika Yang Masih Subur Diberlakukan di Kalangan SKPK BKPSDM Pemkab Bireuen Wakil Bupati Dr H Muzakkar A Gani SH, MSi, Ditemui dikediaman Beliau kawasan Gampong Baro Kota Juang Bireuen Baru-Baru Ini Menegaskan, Persoalan Kutipan dana bagi PNS yang berurusan dengan bidang Kenaikan Pangkat dan Golongan BKPSDM itu sudah banyak kami terima laporan.
“Intinya, Bukan karna barangkali operasi hina itu masih berjalan mulus sehingga ada anggapan kalau Kami (H Saifannur – H Muzakkar) Juga menunggu setoran “Syufaat” dari hasil pemerasan dari PNS yang menjadi korban itu.
Tunggu Saja Resiko atau Imbalan Apa Yang Akan Kami Hadiahkan Untuk Mereka Kalau Saja Masih Berani Menyamakan Sistem Kepemimpinan Kami Sekarang dengan Pimpinan Sebelumnya,” Demikian Tandas Bupati Bireuen H Saifannur Melaui Wakilnya H Muzakkar A Gani deangan Nada kecewa serta mimic wajah terlihat Berang. (Roesmady)





