Selewengkan DD Rp 231 Juta Lebih, Mantan Geuchik Ditahan Jaksa

  • Whatsapp

Bireuen-Kajaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bireuen melakukan penahanan terhadap oknum Geuchik Gampong Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, menyusul korupsi dana desa yang mencapai Rp 231 juta lebih, Rabu (2/6).

Plt Kajari Negeri Bireuen, M Siregar, SH yang didampinggi Kasi Pidsus Muliana,SH dan Kasi Intelijen Fri Wisdom,SH, R kepada awak media mengatakan, mantan Geuchik berinisial, ES, diduga telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan keuangan negara dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Gampong Paya Lipah, tahun 2017 dan 2018.”Penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidikan atas dugaan penyalahgunaan APBG,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

example banner

Dikatakan, berdasarkan hasil penyisidikan dan bukti permulaan yang diperolehmnya, maka akhirnya ES ditetapkan sebagai tersangka sebagai tersangka selanjutnya dilakukan penahanan untuk kepentingan pemeriksaan, karena di khawatirkan tersangka akan melarikan diri dan coba menghilangkan barang bukti.

Dijelaskan, berdasarkan hasil perhitungan sementara, ditemukan kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 231.860.500. Bisa jadi, perhitungan kerugian negara ini bisa saja bertambah, sesuai dengan perhitungan ahli.

Kasus ini, ujar M Siregar, berawal dari laporan masyarakat yang diterima Kejaksaan Negeri Bireuen, masyarakat yang menginformasikan adanya penggunaan Dana Desa di Gampong Paya lipah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang diduga tidak sesuai dengan APBG. Menindaklanjuti informasi tersebut, membentuk tim untuk melakukan penyelidikan yang kemjudian diperoleh keterangan dan dokmen yang membenarkan informasi tersebut.

“Adanya pembangunan fisik yang dilaksanakan tidak sesuai dengan yang tertera dalam APBG, serta penggunaan dana BUMG yang diduga tidak sesuai ketentuan. Sehingga kasus ini ditingkatkan ke tahap penyidikan dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” ujar Kajari Bireuen.

Penasehat hukum tersangka, M Ali Ahmad, SH yang dihubungi media ini, Sabtu (5/6) membenarkan tentang dirinya yang menjadi penasehat hukum, setelah dibiritahukan Kejari Bireuen. Namun keterlibatannya sebagai penasehat hukum hanya untuk bersifat sementara, menyusul penahanan tersangka dengan ancaman lima tahun ke atas.

Dikatakan, untuk sementara dia yang mendapingi kliennya, sampai sidang berjalan. “Terserah tersangka, Jika dalam sidang nanti tersangka menghendaki penadehat hukum yang lain,” papar M Ali Ahmad, SH.

Menyangkut penahanan tersengka, M Ali Ahmad, SH tidak bersendia memberi tanggapanya, yang tentu saja akan mempelajari dahulu kasus yang membelit tersngka, ES.”Dipengadilan akan kita buktikan bersalah tidaknya, ES,” jelas M Ali Ahmad, SH.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait