Ketua Pejuang Islam Nusantara Beri Mau’izhotull Hasanah pada kegiatan Gelora Syair Ramadhan BKN PDI-Perjuangan; Mengedukasi Kebudayaan NUsantara Untuk Eksistensi Peradaban Islam

  • Whatsapp

MEDAN | bongkarnews.com –Minggu, (02/05/2021)
Kebudayaan merupakan napas peradaban umat manusia, oleh karenanya ia harus dijaga, dirawat dan dilestarikan. PDI Perjuangan Sumatera Utara melalui Badan Kebudayaan Nasional (BKN) melaksanakan; Gelora Syair Ramadhan, dipandu oleh aktivis kebudayaan Bung Zulhendri dan rekan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus DPD PDIP Sumatera Utara, Mas Sutarto, Jumiran Abdi, Alamsyah Hamdani, Ruben Tarigan , Baskami, Syarifah, Meinarty Bangun, Meriahta Sitepu dan penggiat kebudayaan seperti Bung Kamal Nasution dan aktivis pelestari kebudayaan nasional.
Uniknya setiap unsur DPD PDIP prov. Sumatera Utara turut membacakan puisi, Jumiran Abdi, Bima Nusa dan Ruben Tarigan.
Kegiatan ini digelar untuk mengisi kegiatan jelang buka puasa bersama yang rutin dilaksanakan.
Hadir sebagai penceramah Ust.Agus Rizal ketua Pejuang Islam NUsantara Sumatera Utara. Allah SWT menciptakan manusia berbangsa bangsa, bersuku suku untuk saling mengenal, memahami dan bertoleransi. Hal ini sesuai QS.Al Hujarat:13. Kebudayaan yang berbeda antar suku bangsa yg ada di Nusantara ini harus dirawat, dijaga dan dilestarikan.
Jangan saling menghujat dan mendiskriditkan. Pluralisme, kemajemukan dan kebhinekaan yang ada di Nusantara ini merupakan khazanah kekayaan budaya bangsa kita. Memahami seni, adat istiadat dan kebudayaan orang lain menjadikan kita cerdas dan tdk saling menyalahkan, apa lagi sampai menuduh syirik kebudayaan orang lain. Selaku anak bangsa kita kecewa ada ormas yg membubarkan paksa bahkan meludahi penggiat kebudayaan kuda lumping atau jaran kepang. Sangat mudah bagi mereka mensyirikkan, mengkafirkan dan menyesatkan budaya dan amaliyah org lain, itulah Wahabiy salafiy Indonesia, sementara reog dan kuda lumping sdh digelar di Saudi Arabia bahkan mereka kagum dengan seni kebudayaan Indonesia yang beraneka ragam. Orang orang yang pikirannya dangkal akan menganggap kebudayaan atau amaliyah yabg tdk sama dengannya salah dan harus dibubarkan, hal ini melanggar hukum pidana dan sunnatullah, tegas Ust.Agus Rizal yang juga anggota Baitul Muslimin Indonesia Sumatera Utara.
Jaranan atau kuda kepang bagian dari Tasqif/ saqofah , sejarah kebudayaan Islam di Nusantara. Media ini digunakan untuk mengumpulkan masyarakat mendengarkan Mau’izhotull Hasanah dari para sunan. Bahkan merupakan spirit dan motivasi bagi para pejuang bangsa saat akan menuju ke medan juang pada masa pangeran Diponegoro dan Raden Fatah mengusir Belanda, jelas ust.Agus Rizal.
Hal yang urgen saat ini kembali mengedukasi sejarah kebudayaan Islam di Nusantara kepada generasi muda kita, bahwa guru agama Islam yang belajar diluar negeri ada yg mengatakan sejarah wali songo hanya dongeng, tentu ini menjadi racun didunia pendidikan nasional.
Dalam kesempatan Ust Agus Rizal, juga mengambil kesempatan membaca puisi karya Gus Mus yang berjudul; Aku Harus Bagaimana?..

PIN memberikan apresiasi tinggi kepada sahabat BKN yang menggelar syair Ramadhan. Demikian juga apresiasi tinggi untuk Kapoltabes Medan yg telah menetapkan 10 tersangka pembubaran seni kebudayaan kuda kepang. Semoga hal ini tdk terjadi pada seni kebudayaan lain. Dan untuk pemko Medan harus benar benar menyeleksi para Kepling, jangan asal rekrut, utamakan yang berjiwa nasionalis, tidak hanya cukup relegius. Keduanya ini harus digabung karena setahu kita banyak juga Kepling yang doubel fungsi dia Kepling plus pengurus kenaziran masjid. Yang bahaya Kepling yg terindikasi gerakan terlarang seperti HTI yang sesukanya membubarkan paksa tanpa akhlaq kegiatan seni budaya di lingkungannya.

Bacaan Lainnya

example banner

(Emil)

Pos terkait