Isrti Gubsu Polisikan Seorang Jurnalis Atas Dugaan Ujaran Kebencian dan UU ITE

  • Whatsapp

MEDAN | bongkarnews.com  – Ismail Marzuki, jurnalis dan aktivis, menjadi tersangka UU ITE di Subdit V Driekskrimsus Poldasu. Ia disangkakan menyebarkan kebencian, fitnah serta hoax, atas laporan istri Gubernur Sumatera Utara, Nawal Lubis serta Heriza Putra Harahap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nawal Lubis merasa tidak senang, karena merasa difitnah dan dicemari nama baiknya dalam sebuah pemberitaan seorang jurnalis tersebut terkait soal keberadaan Taman Edukasi ‘Buah Cakra’ yang diakui oleh Gubsu Edy Rahmayadi sebagai kediaman pribadi.

Bacaan Lainnya

example banner

Masih dari informasi yang dihimpun, Nawal Lubis merasa keberadaan Taman Edukasi Buah Cakra itu, adalah urusan pribadi dan tidak terkait dengan publik apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak. Demikian selalu alasan istri Gubernur Sumut itu, kepada para pihak serta pekerja pers yang ingin konfirmasi terkait keberadaan bangunan mewah di sektor 1 Benteng Putri Hijau tersebut.

Sementara jurnalis tersebut berdasarkan Perbup Bupati Deliserdang tahun 2014, gugatan Heriza Putra Harahap di PTUN Medan yang tidak dapat mengembangkan kandang lembu di Dusun 1 tahun 2019 karena adanya peraturan Bupati DS yang menetapkan Dusun 1 sebagai sektor 1 Situs Cagar Budaya Benteng Putri Hijau, serta IMB atas nama Nawal Lubis atas bangunan diatas lahan sektor 1, sudah membuktikan, jika sektor 1 Benteng Putri Hijau telah diduduki oleh pribadi.

Ismail Marzuki menjawab wartawan atas status tersangkanya. Ia mengatakan bahwa penetapan status tersangka tersebut adalah dinamika bagi perjalanan aktivis pers di Sumatera Utara.

“Ya silahkan saja. Sebelumnya Kabiro Humas Pempropsu kan pernah melakukan bantahan pemberitaan terkait Gratifikasi Bronjong Sungai Deli di Taman Edukasi Buah Cakra, sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, kenapa Berita tentang Benteng Putri Hijau mereka tidak melakukan Bantahan tapi melaporkan ke Polda Sumut,” jawab Ismail Marzuki singkat.

Terkait penetapan tersangka ini, wartawan sudah mencoba konfirmasi kepada Ibunda Nawal Lubis serta Gubsu Edy Rahmayadi, namun belum ada jawaban apapun hingga berita ini diturunkan.

Sebagai bahan informasi, Ismail Marzuki selain jurnalis, sejak tahun 2002 beliau aktif diberbagai organisasi masyarakat di Langkat, seperti Banteng Muda Indonesia (BMI), ISNU dan Nahdatul Ulama . Dan terakhir sejak 2019 menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Langkat versi Bapak Moeldoko, serta merupakan pengurus KAHMI dan Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Sumut. (Huf)

Pos terkait