Bekas Galian Proyek Pipa Gas Dikeluhkan,  UMKM di Bagan Batu Terancam Rugi

 

Bagan Batu, Rohil (BN ) -Pengerjaan proyek pemasangan pipa gas Dumai – Sei Mangkei di kawasan Simpang Riset, KM 1 Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir Riau dikeluhkan warga, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

“Keluhan muncul lantaran bekas galian proyek yang belum ditangani secara maksimal. Tanah urugkan yang belum dipadatkan menyebabkan akses menuju tempat usaha warga terganggu, bahkan berdampak langsung terhadap aktivitas jual beli.

“Salah seorang pedagang buah, Ginting, mengaku kesal karena kondisi bekas galian di depan lapaknya menghambat aktivitas berjualan. Ia menyebut tanah urugan yang sebelumnya menggunung baru diratakan setelah dirinya menyampaikan komplain kepada pekerja.

“Tadi pagi masih menggunung di sini, setelah saya komplain baru diratakan. Tapi tidak dilakukan pengerasan, ditambah tadi pagi hujan turun,” kata Ginting kepada wartawan, Minggu (02/11/2026).

“Menurut Ginting, meskipun sudah diratakan, kondisinya masih sulit dilalui kendaraan karena belum dilakukan pemadatan menggunakan alat berat seperti vibro atau bomag. Kondisi diperparah setelah pagi tadi diguyur hujan deras.

“Keluhan serupa disampaikan Santoso, pelaku usaha tambal ban yang juga terdampak. Keduanya mengaku aktivitas usaha menjadi terganggu karena akses menuju tempat usaha tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

“Ginting dan Santoso menegaskan, mereka tidak mengharapkan kompensasi dari perusahaan. Namun mereka meminta kontraktor memenuhi komitmen awal untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu satu hari, khususnya di depan tempat usaha warga.

“Sebelum pekerjaan dimulai, pihak perusahaan hanya meminta izin dengan menyampaikan bahwa pengerjaan akan segera diselesaikan tanpa mengganggu aktivitas jual beli masyarakat.

“Namun kenyataannya, dampak pekerjaan justru membuat akses usaha terganggu. Bahkan sejumlah kendaraan warga disebut sudah sekitar satu minggu kesulitan keluar masuk akibat kondisi bekas galian.

“Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin memperparah kerugian pelaku UMKM, karena pelanggan kesulitan mengakses tempat usaha dan barang dagangan tidak terjual seperti biasanya.

“Warga berharap pihak perusahaan maupun KSO (Kerja Sama Operasi) segera turun tangan melakukan perbaikan, terutama meratakan sekaligus memadatkan kembali tanah bekas galian agar dapat dilalui kendaraan dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.

“Mereka juga meminta pihak humas atau penanggung jawab proyek memberikan respons serta kepastian penyelesaian atas persoalan tersebut.

“Warga bahkan menyatakan akan mempertimbangkan menempuh upaya hukum apabila hingga pukul 20.00 WIB tidak ada penyelesaian maupun itikad baik dari pihak perusahaan terkait dampak yang mereka alami.

“Sebagai informasi, proyek pemasangan pipa gas Dumai – Sei mangke Segmen 2, jalur Stasiun Labuhan Batu – Duri yang mencakup wilayah Rantau Prapat hingga Dumai, dikerjakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.

“Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan atau klarifikasi dari pihak KSO terkait keluhan warga tersebut

Penulis : Tr001
Redaksi : BongkarNews.

 

Pos terkait