Aksi Saling Dorong Warnai Demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim

SAMARINDA | BONGKARNEWS – Situasi di Jalan Gajah Mada mendadak mencekam pada Selasa sore (5/5/2026), setelah aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur berujung pada bentrokan fisik.

Aksi Mahasiswa gebrak Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (5/5/2026)

Ketegangan meledak saat massa aksi dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong yang hebat di lini pertahanan terdepan.Kronologi EskalasiBerdasarkan pantauan langsung, kericuhan bermula sekitar pukul 16:50 WITA.

Bacaan Lainnya

Massa yang awalnya melakukan orasi secara damai mulai merapat dan mencoba menembus blokade betis serta tameng aparat. Mahasiswa yang mengenakan almamater dan atribut organisasi terlihat berupaya merangsek masuk ke halaman kantor, menuntut untuk bertemu langsung dengan pemangku kebijakan.

Aparat kepolisian yang telah bersiaga dengan perlengkapan antihuru-hara lengkap terus berupaya membendung pergerakan massa. Suasana semakin riuh dengan teriakan kecaman dari massa aksi serta instruksi dari pengeras suara kepolisian yang meminta demonstran untuk tetap tenang dan mundur.

Aksi Saling Dorong:

Terjadi kontak fisik langsung antara barisan depan mahasiswa dengan tameng polisi. Beberapa mahasiswa terlihat mencoba memanjat gerbang dan pagar pembatas.Isu Utama: Demonstran tetap teguh pada tuntutan mereka terkait transparansi anggaran dan desakan Hak Angket DPRD Kaltim terhadap kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud.Lalu Lintas Lumpuh Total: Arus kendaraan di sepanjang tepian Sungai Mahakam mengalami kemacetan total. Pihak Satlantas Polresta Samarinda kini memberlakukan pengalihan arus secara darurat bagi kendaraan yang menuju arah pusat kota maupun sebaliknya.

Situasi Terkini

Hingga pukul 17:15 WITA, massa aksi masih bertahan di lokasi meskipun suasana sempat mendingin setelah negosiasi singkat di tengah kericuhan. Pihak kepolisian masih menyiagakan ratusan personel tambahan di balik gerbang utama untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan menjelang waktu bubar aksi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sekretariat Daerah maupun Gubernur terkait kesediaan menemui massa di tengah situasi yang kian memanas ini.

(In)

Pos terkait