YARA Minta Tindak Pelaku Hantui Kepala Paud Catut Lembaga Aparat Hukum

LHOKSEUMAWE | Bongkarnews.com – Ketua Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Lhokseumawe Rizal Saputra, SH, mendesak pihak penegak hukum untuk menindak pelaku yang mencatut nama Lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian untuk menakut-nakuti atau Mengantui sejumlah Kepala Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Kabupaten Aceh Utara.

Karena dianggap telah meresahkan banyak orang. Apa lagi dalam aksinya, pelaku mencatut nama institusi negara demi menakut-nakuti sejumlah kepala Paud di beberapa kecamatan di Aceh Utara, supaya mau membubuhkan tanda tangan mereka yang tidak jelas asal-usul dan peruntukannya.

Rizal menyebutkan, dalam dua hari ini pihaknya sudah menerima beberapa pengaduan dari Kepala Paud di Aceh Utara, namun masih di dalam wilayah Hukum Polres Lhokseumawe, kemarin Senin Tanggal  (2/10), kami menerima pengaduan dari kepala Paud Kecamatan Kuta Makmur,” hari ini, kami juga kembali menerima Laporan dari sejumlah Kepala Paud Kecamatan Simpang Kramat dengan hal yang sama.

Kapada Yara,”mereka mengaku sangat resah disebabkan oleh Sikap dari saudari Liza, karena sebelum meminta mereka menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan pengakuan mereka, bahwa pihak Dinas Pendidikkan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Aceh Utara melakukan pungli pada sejumlah kepala Paud. Mereka merima informasi kedatangan saudari Liza bersama tim KPK dan Polda Aceh.

“Karena di hantui oleh rasa takut, kemudian terpaksa harus membubuhkan tanda tangan pada dokumen yang mereka Sodorkan” kata Rizal, Rabu (4/10).

Tambah Rizal, sejumlah Kepala Paud di dua Kecamatan Kuta Makmur dan Simpang Kramat, mengaku sebelumnya mereka di hubungi oleh saudari Mursidah, Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Kuta Makmur, agar berkumpul di salah satu tempat, pada hari Senin Tanggal 24 September 2018. dengah dalih ada kedatangan tim dari KPK dan Polda Aceh untuk menanda tangani berkas yang menyatakan penyatakan terjadinya pungli di Dinas Pendidikan.

Selanjutnya, terang Rizal, setelah mereka berkumpul, Liza bersama dua rekannya, meminta mereka untuk menanda tangani dokumen tersebut, bahkan Liza sempat mengancam bila mereka tidak mau menanda tangani dokumen itu, maka semua kepala Paud akan menuai masalah.

Menurut Rizal, aksi tersebut merupakan bentuk ancaman dan pemaksaan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman dan resah, dan aktifitas sangat bertentangan dengan undang-undang. Pasal 28G UUD 1945, yang menegaskan bahwa, Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.

Dan Pasal 368 KUHP, mengatur tentang Tindakan memaksa seseorang untuk membuat pernyataan secara tertulis merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak yang diatur secara tersirat dalam Konstitusi.” papar Rizal.

“Oleh karena itu Yara mendesak pihak Kepolisian untuk menindak pelaku, karena aksinya tersebut, telah meresahkan banyak orang, apa lagi dalam aksi itu pelaku mencatut nama Institusi Negara, KPK dan Kepolisian untuk menakut-nakuti para korban,” tutur Rizal Saputra.

Sambung Rizal, Yara perwakilan Lhokseumawe sedang mempelajari laporan dan mencari beberapa bukti lain, sebelum melaporkan kasus tersebut kepada pihak penegak hukum.

Menurutnya, Hal Ini agar segera dapat ditindak oleh Pihak Kepolisian,” Supaya Ini Menjadi efek Jera dan Pelajaran dan tidak Semena – mena dilakukan oleh orang lain, karena bagi siapapun, biar tau bahwa perbuatan Ini melanggar hukum dengan cara menakut-nakuti orang lain membawa Nama Lembaga Hukum, melainkan itu tugas pihak berwajib.pungkas Rizal Saputra.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (2/10), sejumlah Kepala Lembaga Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, mengaku resah terhadap kelakuan dari saudari Liza yang juga Ketua Himpaudi Kecamatan Sawang, dimana Liza  mengaku kehadirannya ke Kecamatan Kuta Makmur bersama tim dari KPK dan Kepolisian dari Polda Aceh.

Terkait laporan tersebut, Liza yang diisukan maju sebagai Calon Legeslatif Dapil 1 lewat Jalur Partai Nasional Itu membantah, atas tundingan dari sejumlah kepala Paud, apa lagi menyebutkan dirinya mencatut nama KPK dan Polda Aceh. Namun ia mengakui seorang pria bersamanya itu merupakan utusan Polda untuk mendampinginnya dalam menjalankan tugas.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *