Wali Kota Launching Aplikasi SIPOLAN

MEDAN I bongkarnews.com – Aplikasi SIPOLAN (Sistem Informasi Pola Pangan Harapan) resmi dilaunching Wali Kota Medan  Drs  H T Dzulmi Eldin S  MSi MH diwakili Sekda Kota Medan  Ir Wiriya Alrahman MM  di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (12/12). Aplikasi yang berisikan informasi mengenai pola pangan dan jumlah asupan gizi yang dikonsumsi ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam hal pangan dan gizi masyarakat.

Dikatakan Wali Kota, aplikasi ini nantinya dapat melihat sejauhmana masyarakat menjaga pola konsumsinya, sehingga dapat mengetahui jumlah asupan gizi yang dikonsumsi setiap hari. “Diharapkan dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui pola pangan yang harus dikonsumsi dan jumlah kebutuhan gizi setiap harinya,” kata Wali Kota dalam sambutan tertulisnya.

Selain itu, Sekda juga menyarankan agar aplikasi SIPOLAN ini dapat dimasukan kedalam website Pemko Medan sehingga masyarakat mengetahui mengenai aplikasi tersebut.

Peluncuran aplikasi ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan yang bertemakan, “ Medan Rumah Kita, Kaya Pangan, Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Kota Medan”.

Wali Kota selanjutnya mengungkapkan, fenomena perubahan iklim yang sangat ekstrim dan semakin meningkatnya alih fungsi lahan pertanian untuk kepentingan pembangunan berdampak kepada semakin rendahnya tingkat produksi dan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras dan beberapa komoditas lainya.

”Rendahnya tingkat produksi dan ketersediaan bahan pangan ini mengakibatkan kelangkaan bahan pokok sebagai panganan masyarakat salah satunya beras dan komoditas lainnya. Kelangkaan ini berakibat tingginya harga bahan pokok beredar di pasaran, sehingga daya beli masyarakat, khususnya menengah ke bawah menurun. Hal tersebut menyebabkan angka gizi buruk dan gizi kurang pun melonjak naik,” ungkapnya.

Atas dasar itulah Wali kota menilai, rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan ini menjadi sangat penting sebagai langkah untuk menyatukan persepsi, guna merumuskan kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan di Kota Medan secara bersinergi dan terintegrasi.

“Forum ini sangat strategis untuk pemantapan dan memperkuat sinergi kebijakan serta program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara lintas sektoral dan multidimensi,” paparnya.

Sekaitan dengan itu, untuk lebih mengoptimalkan kinerja Dewan Ketahanan Pangan dalam memberhasilkan pembangunan ketahanan pangan di Kota Medan, Wali Kota kemudian meminta kepada seluruh pimpinan OPD terkait selaku ketua-ketua pokja dan anggota Dewan Ketahanan Pangan agar lebih aktif melaksanakan tugasnya secara terkoordinasi dan bersinergi.

“Pimpinan OPD selaku ketua pokja dan anggota Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan harus melakukan pemantauan serta pembinaan terhadap masalah kerawanan pangan baik di tingkat rumah tangga maupun diseluruh Kota Medan, khususnya mengantisipasi terjadinya anak gizi buruk dan gizi kurang di kota Medan. Selain itu juga merumuskan kebijakan yang operasional terhadap perkembangan ketahanan pangan menyangkut distribusi, akses dan stabilitas harga bahan pokok khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional,” harapnya.

Sebelumnya, Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Muslim Harahap Ssos MSP menjelaskan, aplikasi SIPOLAN ini merupakan aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk mengecek kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh setiap harinya. Sebab kebutuhan gizi setiap orang tidaklah sama baik itu yang muda ataupun yang tua.

“Jadi dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengetahui apa saja yang harus dikonsumsi setiap harinya sehingga masyarakat bisa mengontrol pola konsumsinya guna menjaga kesehatan tubuh,” jelas Muslim.

Rapat dewan ketahanan pangan ini turut dihadiri oleh  Romi Sembiring, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Muslim Harahap, S.Sos.,MSP dan perwakilan dari OPD terkait. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan pemaparan penggunaan aplikasi SIPOLAN dan juga pemaparan kondisi ketahanan pangan di Kota Medan.(ft)