BIREUEN, BN-Program bantuan pendidikan berupa beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, serta dana bantuan santri miskin di Kabupaten Bireuen tetap tersedia, dan tidak pernah dihentikan,”Ada Tidaknya anggaran Pemkab Bireuen, tetap mengupayakan dana bantuan tersebut,” kata Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si
Wakil Bupati Bireuen itu mengatakan, kepada Bongkarnews di kediamannya, Senin (23/4) malam menanggapi isu pencoretan program bea siswa bagi mahasiswa kurang mampu serta dana bantuan santri miskin, seperti yang mencuat ini di media online, baru-baru ini.”Tidak benar itu, bantuan tetap kita berikan dan tidak akan dihentikan yang kami tujukan kepada mahasiswa kurang mampu,dan santri miski di Kabupaten Bireuen, “ ujar H Muzakkar A Gani SH, M.Si
Disebutkan, dalam dukumen bantuan bea siswa itu itu telah diusulkan Bupati Bireuen, H Saifannur, S.Sos tidak ada yang dihapus, untuk itu boleh boleh dicek, Logikanya , sangat tidak mungkin Bupati yang mengusulkan, masakan bupati sendiri yang mencoretnya.pula, ”Kan aneh, Bupati Bireuen yang mengusulkannya , mana mungkin bupati yang mencoretnya, bukankah itu berita itu yang sangat tendensius,” papar H Muzakkar A Gani.
,
Dikatakan, bantuan bea siswa tidak pernah dihentikan, apalagi untuk mahasiswa kurang mampu yang tentu saja sangat mengharapkannya. “Untuk terealisirnya bantuan itu, baik tersedianya anggaran maupun tidak, Pekab Bireuen, tetap diberikan bantuan tersebut, “ tukas Muzakkar.,
Seperti yang dikutip di media onlne baru-baru ini, Putra Bireuen, Rahmat Asri Sufa mahasiswa Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumut “Masyarakat benar-benar terabaikan selama bupati ini, bukan hanya ekonomi saja yang makin sulit, tapi pemerintah juga seperti tak ada peran. Sekarang mencuat isu bantuan pendidikan sudah dihentikan, apa lagi yang bisa kita harapkan kepada bupati ini,” ungkap
Menurut dia, sejak beberapa tahun lalu pemda mengalokasikan dana setiap tahun, untuk program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, serta santri miskin yang disalurkan sesuai mekanisme. Namun, kini program itu tak ada lagi, gara-gara dihapus oleh pejabat teras di wilayah ini. Diduga, guna menutupi kekurangan anggaran belanja lain, sehingga mengorbankan hak-hak rakyat miskin yang sangat membutuhkan program pro rakyat tersebut.
“Kami sangat prihatin jika benar dihentikan, karena program itu cukup membantu biaya pendidikan adik-adik mahasiswa dan santri dari kalangan tidak mampu, ditengah kondisi ekonomi yang sulit seperti ini,” tukasnya.
Rahmat juga berharap, “Pemkab Bireuen konsisten dan serius dalam membangun pendidikan. Jangan sampai ada lagi istilah main mata dalam program bantuan beasiswa ini, mengingat pendidikan menjadi tolak ukur bahkan aset membentuk karakter yang berakhlakul karimah bagi generasi muda Bireuen kedepannya”, tutur nya seperti dukutip di media online tersebut.(Maimun Mirdaz)





