USS Gerald R. Ford Pulang ke AS, Pentagon Hadapi Krisis Amunisi yang Mengkhawatirkan

VIRGINIA | BONGKARNEWS – Kapal induk bertenaga nuklir tercanggih milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford (CVN-78), resmi memulai pelayaran pulang menuju pangkalan Norfolk, Virginia, pada awal Mei 2026. Namun, kepulangan kapal induk raksasa ini diwarnai laporan kritis mengenai kondisi gudang senjata Pentagon yang mulai “kosong”.

Rekor Penugasan Terlama Sejak Perang Vietnam

Bacaan Lainnya

Kepulangan USS Gerald R. Ford menandai berakhirnya operasi maraton selama 309 hari di laut. Durasi ini mencatatkan rekor sebagai penempatan kapal induk Amerika Serikat terlama dalam sejarah modern pasca-Perang Vietnam. Selama bertugas di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah, kapal ini menjadi tulang punggung pertahanan udara untuk menghalau serangan rudal dan drone yang menargetkan jalur perdagangan internasional. Meskipun sempat menjalani perbaikan teknis singkat di Eropa pada Maret lalu, Ford berhasil menyelesaikan misinya sebelum akhirnya ditarik pulang.

Krisis Amunisi:

Sisi Gelap Kekuatan Militer AS dibalik suksesnya misi USS Gerald R. Ford, para pejabat pertahanan di Washington memberikan peringatan keras. Intensitas konflik di Timur Tengah serta bantuan militer masif ke Ukraina dan Israel telah menguras cadangan rudal presisi AS ke level yang berbahaya. Berdasarkan analisis terbaru, militer AS dilaporkan telah menggunakan hampir 50% stok rudal Patriot dan THAAD untuk pertahanan udara.

Sekitar 30-40% cadangan rudal Tomahawk yang menjadi senjata serangan jarak jauh utama. Stok amunisi kaliber 155 mm yang terus menipis akibat permintaan tinggi di medan tempur global. Para analis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperingatkan bahwa industri pertahanan AS membutuhkan waktu setidaknya 3 hingga 5 tahun untuk mengisi kembali stok ke tingkat aman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai kesiapan AS jika terjadi eskalasi konflik baru di wilayah Pasifik.

Pergeseran Kekuatan di Timur Tengah

Meski USS Gerald R. Ford ditarik mundur, Pentagon memastikan tidak ada kekosongan kekuasaan di kawasan tersebut. Posisi Ford kini digantikan oleh gugus tempur USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush.”USS Gerald R. Ford telah membuktikan keandalannya, namun keberadaan fisik kapal induk tidak akan berarti tanpa dukungan logistik dan amunisi yang memadai,” tulis laporan analis pertahanan senior. Kapal induk senilai Rp 200 triliun ini dijadwalkan bersandar di Norfolk pada pertengahan Mei 2026 untuk menjalani perawatan rutin dan memberikan waktu istirahat bagi lebih dari 4.000 kru yang bertugas.

(In)

Baca juga:

60 Ribu Serdadu AS Siap Berangkat ke Timur Tengah

Gagal Total! 21 Jam Beradu Urat Syaraf di Islamabad, AS dan Iran Pulang Tanpa Kesepakatan!

 

#USS_Gerald_R_Ford #Militer #Amerika_Serikat #Pentagon #Krisis_Amunisi #Timur_Tengah #Kapal_Induk_AS #Berita_Internasional #Keamanan_Global #Rudal_Patriot #Laut_Merah

Pos terkait