SIAK (BN)- Universitas Lancang Kuning melalui Fakultas Ilmu Administrasi ( FIA ), membuat karya ilmiah dengan tema membuat dodol dari Jambu Biji Merah.Latar belakangnya pembuatan dodol ini bahwasanya selama ini berdasarkan hasil survey di lapangan bahwa sepanjang jalan raya Minas Perawang banyak Petani Jambu biji, dengan menjual hasil panenya dengan cara membuat saung disepanjang jalan raya.
“Apabila jambu yang dijual tersebut tidak laku kebanyakan jambu banyak terbuang ataupun dijadikan kompos karena sudah busuk,”kata Murseno Mahasiwa FIA semester 1 angkatan 2017/2018 kepada BongkarNews.com, Selasa (17/10)
Murseno juga mengungkapkan,maka dengan kondisi ril dilapangan seperti itu tercetuslah ide untuk meningkatkan ekonomi petani jambu kita, makanya saya mengusulkan kepada ibu Dosen Karya ilmiah untuk membuat dodol jambu biji merah dengan perwakilan Mahasiswa/i dari kelas 1.1 FIA. dan terbentuklah satu kelompok sebanyak 9 orang yaitu saudara Murseno, Zainal Aripin, Supriadi, Jellsy firnelio, Kiki syafitri .s, Yolla enjelia, Jasmila pratiwi, Fatanah,
Ifyen saputro dan dengan Dosen Pembimbing ibu Elly Nielwaty, SSos.MM sekaligus Wakil Dekan 1 Fia,”ungkap Murseno.
Murseno juga menjelaskan, proses pembuatan Dodol Jambu ini yang partama jambu biji merah 20 Kg diparut/ dibelender sampai halus dan setelah itu dimasak dalam kuali yang sudah diatas tungku api, lalu diaduk terus sampai rata dan dimasukan tepung ketan 1Kg dan gula pasir 6 Kg dan masukan Vanila dikit diaduk rata sampai masak.
“Dari bahan-bahan diatas dapat menghasilkan 10 kg hasil pembuatan dodol tersebut dan rasanya benar-benar rasa jambu dan nikmat sekali,”kata Murseno yang mengusulkan karya ilmiah ini.
“Pembuatan dodol ini dilaksanakan lansung dirumah dosen penbimbing ibu niel karena berkat bimbingan beliau lah dodol ini bisa terwujud, sehingga kita harapkan kedepan ini menjadi hasil buah karya dari Fakultas FIA lancang kuning dan kita juga berharap nantinya bisa menjadi model usaha dan menjadi makanan khas dari Kecamatan Tualang Kabupaten Siak -Riau,”pungkasnya (sugianto)





