Terkait Protes Ucapan Kadinsos Bireuen Terhadap Dewan P – Gerindra

Muzakkar : Buang “Ego”, Intropeksi Diri Dan
Berdamailah Menghargai Ramadhan

BIREUEN | Bongkarnews – Terkait surat lembaga DPRK Fraksi Juang Bersama Bireuen yang disampaikan kepada Plt Bupati Muzakkar A Gani SH MSi tertanggal 22 April 2020, tentang ungkapan keberatan terhadap sikap serta perkataan Kadis Sosial Bireuen Mulyadi SE MM, yang dilontarkan terhadap DPRK P – Gerindra Bireuen Faisal Hasballah SE MSM dalam acara rapat pembahasan kebutuhan anggaran tangkal Pandemi Corona Virus di Aula Gedung DPRK Bireuen awal April lalu.

Bacaan Lainnya

Dengan disampaikan surat dari sejumlah anggota dewan yang tergabung dalam Fraksi Juang bersama DPRK Bireuen diharapkan agar Plt Bupati dapat mengajari sifat “egois”nya untuk nilai lebih beretika, ditanggapi bijak oleh Plt Bupati Bireuen Senin 11 Mei 2020, Via jalur media WaatsApp nya.

Muzakkar menilai jika kisruh hingga nyaris menjadi sebuah polemik memalukan antara Kadis Sosial dengan Faisal DPRK Partai Gerindra statusnya masih bersifat personal atau privat , sehingga tidaklah pantas untuk dibesar-besarkan apalagi sampai membawa-bawa nama lembaga masing-masing. Sehingga secara pribadi dan jabatan Ianya tidak menganggap hal itu sebagai bentuk perseteruan serius.

DPRK P-Gerindra Bireuen Faisal Hasballah SE MSM

Dengan susunan kata bijak Muzakkar mengingatkan kalau kedua beliau adalah sosok tokoh muda, cerdas serta mempunyai kapabilitas yang patut dibanggakan oleh warga se Kabupaten. Sehingga, adapun kemudian terjadi silang pendapat berpangkal dari ucapan bahasa Kadis Sosial yang tanggapi sebaliknya tentu merupakan suatu hal yang wajar-wajar saja. Dan hal itu pastinya berlaku dengan tidak secara berdiri sendiri, kejadinya pasti sudah dilatarbelakangi dengan beragam hal.

Oleh Sebab itu Muzakkar menawarkan solusi dengan tujuan agar kedua sejawat itu mau bertemu untuk mengintropeksi diri masing-masing sembari mencari latar belakang persoalan lalu dengan kebesaran jiwa juga tak sungkan untuk mengakui kekurangan masing-masing, dengan maksud utama tak lain adalah untuk “saling memaafkan”.

Dialenia terakhir fatwa Muzakkar, tergores uraian kata penyejuk hati yang begitu menyentuh dalam bentuk, kita tidak boleh melihat diri sendiri sosok manusia paling sempurna, karena selama masih dalam bentuk makhluk bernama “Manusia” hadir kedunia dengan penuh keterbatasan. Jadi selalulah berprilaku bijak saat menghadapi barbagai masalah.

“Terlebih lagi sekarang bulan puasa mari sama-sama kita raih dan kita kumpul pahala sebanyak-banyaknya, sembari tetap “konsentrasi” terhadap pengaruh wabah pendemi Covid – 19, katagori virus pemangsa manusia,” demikian untaian kata penyejuk dari Plt Bupati Bireuen yang seakan memiliki derajat penuh kebapakan.
Sekedar mengingatkan, adapun surat fraksi juang bersama dimaksud dibuat sebagai protes serta bisa berarti sikap keberatan anggota fraksi terhadap cara Kadis Sosil Mulyadi dengan bentakan potongan kata “Iem Kah” terhadap Faisal Hasballah yang sedang mengklarifikasi pandangannya tentang data calon penerima bantuan yang terimbas pengaruh wabah pandemi covid – 19 di Kabupaten Bireuen.

Sergahan kata lantang Kadis Mulyadi saat itu dinilai oleh jajaran DPRK Bireuen Terutama sekali Dewan yang tergabung dalam Fraksi Juang Bersama sebagai sebutan kata tak beretika yang dilontarkan oleh seorang orang-orang berpikiran sempit dan “egois”, sehingga berimbas menuju surat protes melalui PLT Bupati Muzakkar selaku pimpinan utama pemerintahan Kabupaten Bireuen sekarang ini. (Roesmady)

Pos terkait