Sitename

Description your site...

Syamsuar Sebut Madu Kelulut Bernilai Ekonomis Tinggi

Syamsuar Sebut Madu Kelulut Bernilai Ekonomis Tinggi

Negeri Siak menyimpan keaneka ragam tumbuhan dan hewan yang dapat memberi manfaat serta sumber penghasilan baru bagi masyarakat. seperti contoh lebah kelulut yang sedang di budidayakan oleh juanda warga Lalang kecamatan Sei. Apit, merupakan potensi usaha baru bagi pendapatan ekonomi warga.

Bupati Siak H. Syamsuar usai peninjawan lapangan di Kecamatan Sungai Apit kemarin Senin 02/10/2017 di siak srindrapura menjelaskan, terhadap usaha ternak madu kelulut atau trigona di kampung lalang Kecamatan Sei Apit, ini  merupakan produk hutan bukan kayu, yang hidupnya di hutan tropis seperti di daerah Kabupaten Siak. kalau kita pergi kehutan banyak kita temui binatang kelulut ini, sarangnya berada didalam rongga-rongga pohon besar, namun kita tak tahu manfaatnya. ternya selain besar khasiatnya dan manfaatnya juga di situ ada nilai ekonomis yang cukup menjanjikan bagi masyarakat.

“kalau kita tahu dari dulu kelulut ini bernilai ekonomi, sejak dulu kita kembangkan, Ini merupakan salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat, kita akan lakukan bekerjasama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.RAPP komitmen korporat atas tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). yang mana memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar sangat kita harapkan”.

“Melalui dinas terakit setelah kita cek ternya ada, mereka tidak hanya mengelola kayu alam saja, namun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT.RAPP yang dimiliki membina masyarakat dalam penggembangan usaha madu kelulut, dan madu lebah. kelulut dan lebah ini kan produk hutan bukan kayu, jika mereka mendapat kesempatan dibina dan disuport pengembangannya. saya rasa bisa menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat khususnya Kabupaten Siak, kita juga meminta dalam rangka pengembangan batik Siak mereka memberikan pelatihan bagi masyarakat sebanyak 30 orang”.

Dari apa yang disampaikan oleh peternak kepada syamsuar harga madu kelulut ini Rp 500 ribu per liternya, artinya madu kelulut ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan sangat menjanjikan.  Syamsuar mengapresiasi langkah perusahan yang membantu masyarakat dalam pengembangan usaha melalui program CSRnya.

“Agar mereka dapat mengembangkan ternak kelulut ini dengan baik, seperti yang kita lihat sekarang. mereka akan kita berangkatkan ke Selangor Malaysia untuk belajar disana. karena disana peternak madu kelulut memiliki komenitas ternak madu kelulut, kemudian mereka sudah mengelola hasil dari madu kelulut ini dari hulu hingga hilir. yang hasilnya bisa berbentuk herbal, minumah serta produk lainnya. Kemudian produk tersebut mereka kemas dengan baik dan menjadi produk lokal yang dapat dibawa pulang oleh para pengunjung disana”.

Saya maunya seperti ini lah, setelah pulang nantinya mereka dapat membagikan pengalamanya kepada masyarakat lalang ini dan membentuk komenitas peternak madu kelulut Sei Apit. dan nantinya mereka tetap dibawah pengawasan dinas perdagangan dan perindustrian, koprasi dengan dinas kesehatan Kabupaten Siak. madu kelulut inikan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, karena aman dalam membudidayanya, dekat dengan pemukiman warga asalkan tersedia sumber makananya, maka jenis trigona ini akan cepat berkembang.

Saya juga berharap ternak kelulut ini tidakhanya dikembangkan di Sungai apit saja, tetapi bisa di kembangkan di daerah lain seperti di kecamatan mandau yang dimana disana hutan alamnya masi lebat, serta di kecamatan mempura tegas Syamsuar.(Hms/Abb)

banner 468x60