Stadion Cot Gapu tetap Akan Revitalisasi Pemkab Bireuen

  • Whatsapp

Bireuen-Pemerintah Kabupaten Bireuen (Pemkab Bireuen) tetap merencanakan melakukan pembongkaran Stadion Utama Cot Gapu, untuk di revitalisasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) tanpa menghilangkan lapangan sepakbola itu sendiri, kata Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si pada wartawan di rumah dinasnya, Kamis (4/2).

Bupati Bireuen itu, mengungkapkan jika rencana pembongkaran Stadion Sot Gapu sempat menimbulkan menjadi polemik sebagian masyarakat Bireuen dan pendapat itu tentu saja harus dihargai selama masukan dan kritika itu, baik. Seperti diungkapkan eberapa kalangan yang menyebutkan jika Stadion Cot Gapu hendak bongkar, Pemkab Bireuen harus memastikan adanya kepastian pembangunan stadion baru di Paya Kareung. “Itukan pendapat yang baik, perlu kita dengar dan sangat kita hargai,” papar H Muzakkar

Bacaan Lainnya

example banner

Pemkab Bireuen, kata Bupati Muzakkar, tetap berencana melakukan pembongkaran stadion dimaksud, jika nantinya, ada kepastian akan dibangun stadion baru di Paya Kareung, baru setelah itu stadion Cot Gapu di revatalisasi sebagai RTH, yang dinilai paling bermanfaat bagi warga Bireuen dan keluarganya, yang revitalisasi akan didukung fasilitas lainnya. Selain menggarap Ruang Terbuka Hijau (RTH), juga dibangun taman untuk bermain, dan bisa dimanfaatkan menjadi lapangan upacara, bahkan di bekas stadion ada lapangan sepak bola, sehingga tidak menghilangkan fungsi lapangan itu sendiri,” ujar H Muzakkar.

Dikatakan, jika DPRK Bireuen sudah setuju dengan akan dii bongkarnya stadion tersebut untuk direvitalisasi menjadi RTH dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. “Dana yang dialokasikan dari APBK Bireuen tahun 2021 untuk membingkar mencapai Rp 500 Juta, dan untuk land clearing di Paya Kareung, dialokasikan sedikitnya RP 1 milyaran ,” sebut Bupati Muzakkar.

Begitupun begitu, pihaknya tidak buru-buru melakukan pembongkaran, menyusul belum adanya kepastian untuk pembangunan stadion baru yang resprentatif di Paya Kareung, dan pihaknya masih punya waktu, karena pembongkaran itu hanya membutuhkan waktu satu bulan, sudah rata dengan tanah.

Ditambahkan, stadion yang akan kelak digunakan untuk event PON, venue sekurang-kurangnya harus berstandar nasional. “Standar PON, kan ada track lingkaran, yang venue setidaknya harus berstandar nasional. Bila digunakan, Stadion Cot Gapu, sangat tidak layak untuk standar PON, mengingat arealnya sangat kecil. Jika sebelah barat sudah sampai kantor PU Pengairan, sebelah selatan mencapai masjid Cot Gapu, sebelah timur sudah sampai pagar kantor bupati, sebelah utara berdekatan dengan jalan raya, belum lagi area parkir yang tidak ada lahannya,” Urai Bupati Muzakkar.

Tujuan direvalisasi stadion yang lama, untuk Taman Terbuka Hijau perlu karena melihat jauh ke depan, sehingga lokasi itu, tidak tampak kumuh, apalagi ada tribun yang sudah retak-retak, yang tentu saja membayakan, apalagi stadion Cot Gapu berdekatan dengan masjid yang kendala tersebut, sudah pernah disampaikan kepada tokoh-tokoh Bireuen. Kendati pun demikian, pihaknya dalam waktu dekat , akan melakukan pertemuan dan diskusi dengan pihak berkompeten, seperti para tokoh bola, pegiat sepakbola, maupun pihak terkait lainnya terhadap rencana pembongkaran tersebut, dan rencana pembongkaran sudah ada sejak bupati sebelumnya. “Dengan pro kontra ini, kita perlu duduk lagi dengan berbagai kompenen, untuk memaparkan rencana revitalisasi. Semua saran kita dengar, nanti kita pertimbangan,” papar Bupati.

Selain itu, aku Muzakkar, sudah menyampaikan pula proposal usulan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, serta janji Presiden Jakowi kepada dirinya, saat mendampinginya saat Kenduri Kebangsaan di Sukma Bireueun yang ketikan itu, Presiden RI itu, menyatakan kesediannya untuk membantu Stadion untuk masyarakat Bireuen.

Bahkan, telah meminta dukungan KONI Aceh agar stadion baru di Paya Kareung dapat terealisasi pada tahun 2024 untuk nantinya digunakan pada event paling akbar di tingkat nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara.

Anggota Banggar DPRK Bireuen, Zulfikar Apayub kepada wartawan di Kantor Bupati Bireuen, Kamis (4/2) yang menyebutkan jika DPRK sudah menyetujui dianggarkannya dana untuk Revitalisasi Stadion Cot Gapu. DPRK Bireuen juga mengalokasikan dana sedikitnya RP 1 milyar untuk pekerjaan land clearing di lokasi pembangunan stadion baru di paya Kareung. “Dengan dialokasikannya dalam APBK. Artinya dewan mendukungnya, sekarang dana sudah tersedia, laksanakan saja revitalisasi Stadion Cot Gapu, untuk menghindari Bireuen dari kekumuhan, jika tidak direvitalisasi sekarang , maka sekitar stadion akan disesaki para pedagang” ujar Zulfikar, SE yang juga Ketua Fraksi Juang Bersama DPRK Bireuen.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait