Soal “Kamar Mewah”, Begini Pengakuan Kalapas Kelas II A Lhokseumawe

  • Whatsapp

Lhokseumawe-  Kalapas Klas IIA Kota Lhokseumawe Nawawi membatah tekait adanya informasi penyedian “kamar mewah” kepada tahanan. Apalagi Kamar mewah tersebut tempatnya di ruang bimbingan kerja (Bimker).

“Kami tidak menyediakan kamar mewah di lembaga tahanan ini, apalagi tempatnya ruang Bimker,” kata Nawawi, Kepada wartawan saat konferensi pers di Ruang Vicon Lantai Dua Lapas setempat seraya mengajak wartawan untuk mennyaksikan kelokasi. Senin (22/02).

Bacaan Lainnya

example banner

Dikatakan Nawawi, saat dia baru menjabat kalapas lhokseumawe, ia mengaku memang dulunya ada narapina yang menempati sel diluar blok Atau Barak satu.

Kemudian para narapina yang menempati diluar blok itu, sekarang sudah dimaksukan kembali ke dalam lokasi blok,” kita gunakan Itu ruang bimker lama yang kita sekat dengan triplek,”terangnya.

Dijelaskan, tempat bimker itu disekat karena napi over kapasitas. Maka tempat tersebut ia sekat dengan triplek.

“jadi di ruangan bimker yang kita sekat itu tidak ada fasilitas mewah, hanya ada tempat tidur, dispenser dan kipas angin.”jelas Kalapas.

Itupun kata Nawawi, dispencer dan TV merupakan bantuan Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya untuk setiap ruangan napi.

“Maka saya membantah dan tidak benar ada kamar mewah seperti yang yang dtuding media massa,” tuturnya.

Bahkan sebagian narapina lain yang tidak tertampung diruangan bimker tersebut sudah dipindahkan ketempat tahanan lain yakni Langsa, Blang Pidie dan ke beberapa tempat lainya. Pemindahan tersebut dilakukan tujuannya untuk aspek keamanan.

Secara referensi Nawawi menjelaskan yang dimaksud sebenarnya Soal kamar mewah, adanya fasilitas yang lebih dari yang sampaiakan tadi (Kasur, Kipas Angin, TV dan Dispenser). Sementara kamar yang viral seperti halnya kemarin hanya ruangan seperti demikian.”jadi soal beredar kabar adanya penyediaan kamar mewah tidak ada,”tegasnya.

Terkait beredarnya vidio tersebut, ia menjelaskan bahwa vidio tersebut. vidio punya lama sekitar pada tahun 2018 atau 2019. Kemudian sejak ia pindah menjadi kalapas, bimker tersebut pada tahun 2020 sudah dikosongkan.

Nawawi juga berjanji untuk memperkuat silahturahmi dan demi keterbukaan informasi publik, maka akan mengundang pertemuan dengan pers secara rutin tiga bulan sekali.

Sehingga pihaknya dapat menjaring berbagai informasi penting dari wartawan untuk melakukan perubahan lebih baik dalam lingkungan penjara dan memperbaiki segala kekurangan yang ada.

Pada kesempatan itu, mewakili insan pers, ada empat wartawan yang diizinkan untuk masuk dan berkeliling ke dalam lingkungan penjara guna melihat langsung kondisi napi dan ruang penjara.[Az]

Pos terkait