Sidimpuan Tidak Memperingati Hari Lahir Pancasila, Anggota Komisi III DPRD Protes

P.Sidimpuan BN Saat Pemerintah Kota P.Sidimpuan tidak melaksanakan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni yang lalu, telah menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, khususnya di media sosial. Semua menyesalkan ketidak pedulian pemko P.Sidimpuan atas hari lahir Pancasila tersebut konon lagi masalahnya anggaran. Sisi lain Kabag Kesra selaku pengelola kegiatan bungkam dan lempar bola kepada kabag Humas, mendapat respon negatif dan dianggap tidak layak di posisinya serta di minta agar Walikota P.Sidimpuan Andar Amin Harahap meninjau kembali jabatan Ery Silvana.S.STP  sebagai Kabag Kesra  yang juga Junior Walikota di STPDN. Jabatan tersebut terlalu besar buat seorang Ery Silvana dengan kemampuan yang dimilikinya.

Sementara itu Anggota Komisi III DPRD P.Sidimpuan, Irsan Efendi Nasution yang juga Ketua Badan Kehormatan Dewan Fraksi Partai Golkar  saat di tanya berbagai pihak termasuk media memberi keterangan tertulis mengenai hal ini.  Secara gamblang Ketua Golkar P.Sidimpuan ini memberikan tanggapannya yang bisa diakses berbagai pihak seperti berikut ini.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang ditetapkan Pemerintah tiap tanggal 1 Juni, terlepas masih adanya perdebatan, diwilayah Kota P.Sidimpuan, hari ini, ada dilaksanakan beberapa Institusi. Antara lain oleh KPU, SMAN 1 dan 2, bahkan DPC PDI Perjuangan juga menggelar upacaranya.

Kalau makna pertanyaan diatas kenapa Pemerintah Kota tidak melaksanakan Upacara Peringatan Harlah Pancasila, maka yang berwenang menjawabnya tentu Sdra Walikota, Andar Amin Harahap S.STP, M.Si atau Wakil Walikota H. Isnandar Nasution atau Pejabat yang ditunjuk atau berwenang untuk itu.

Dalam pemberitaan Media menjelaskan atas keterangan Kepala Bagian Kesra Sekretariat Pemko P.Sidimpuan, karena anggaran tidak tersedia sedangkan untuk menggelar upacara tersebut butuh anggaran yang besar. Demikian kurang lebih penjelasan yang bisa saya kutip dari berita Media.

Sebagai Anggota DPRD yang mewakili rakyat, saya langsung berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk mencari informasi. Kemudian saya buka buku APBD TA 2017 untuk mencari benar tidaknya penjelasan dan info yang berkembang.

Dalam APBD memang tidak ada Kode Rekening Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, yang ditampung dalam APBD adalah Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila. Kenapa untuk upacara Harlah Pancasila tidak tercantum dalam APBD ? Jawabnya karena tidak ada diajukan/dicantumkan oleh Pemko dalam draf sebelum APBD disyahkan bersama-sama antara Pemko dan DPRD.

Dalam APBD TA 2017 bahkan alokasi belanja Program Peringatan Hari-Hari Besar Nasional, Daerah dan Keagamaan ditampung senilai Rp 2.427.925.000. selama satu tahun Anggaran. Apakah sampai sebanyak itu ? Jawabnya, itu nilai yang telah disyahkan bahkan sudah selesai disinkronisasi dengan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Pertanggung Jawaban selanjutnya mekanisme pengawasan yang akan memberikan penilaian disamping tentunya DPRD dari fungsi Pengawasannya.

Tepatkah sikap Pemko tidak menggelar Upacara Harlah Pancasila dengan alasan karena tidak ada anggaran ? Pendapat saya sebagai Wakil Rakyat, tentu tidak tepat. Apalagi alasan nya butuh biaya besar untuk sound sistem, Paskibraka dll. Karena Pemko punya sound sistem sendiri di Bagian Umum, Paskibraka saya yakini tidaklah mesti butuh dana besar untuk melibatkannya. Lagi pula, upacara harlah Pancasila tidaklah mesti digelar dengan super mewah, cukup sederhana dalam suasana Ramadhan, yang utama sesungguhnya memaknai dan mengamalkannya lewat peran Pemko agar ditauladani masyarakat luas.

Keterangan Pemberitahuan diterima mendadak juga pandangan saya keliru. Tanpa pemberitahuan dari Pemerintah Atasan pun Harlah Pancasila itu sudah kita ketahui secara umum jatuh tiap tanggal 1 Juni, sekali lagi terlepas dari masih jadi perdebatan dikalangan tertentu.

Demikian kurang lebih penjelasan dan jawaban yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan ke depan akan tumbuh kembang kepekaan kita menyikapi situasi secara Nasional agar tidak kontra versi ditengah masyarakat kita. Terima kasih.(KS.01/S.Pulungan)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas