Setelah Memalsukan Tanda Tangan Kades, Bantuan di DKP Bireun Digelapkan

example banner

Bireuen | BN – Bermacam cara dilakonkan oknum di “Kabinet Ruslan “ dalam mensiati bantuan untuk rakyat. Seperti yang terjadi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bireuen yang sekarang berganti nama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen yang terungkap memalsukan tanda tangan kepala desa dalam upaya menggelapkan bantuan Mesin Pengolahan pakan/peled untuk kemudian, dialihkan ke lokasi lain.

Sumber media ini menyebutkan Bantuan MesinPengolahan Pakan/pellet seharusnya diberikan senilai Rp 300 Juta lebih, kepada kelompok Mina Raja Keude Lapang Kecamatan Gandapura, lewat permohonan kelompok di desa itu tahun 2015 . Ironisnya kepala desa sendiri tidak tidak mengetahui adanya permohonan mesin tersebut dari kelompok tersebut dan merasa tidak pernah merekomemdasi permohoanan tersebut. Lalu, dalam dokumen serah terima barang, terbongkar jika tanda tangan Keuchiek telah dipalsukan.

Geuhiek Keude Lapang Gandapura, Sofyan, S.Pd mengaku kepada media ini. kasus tersebut sudah terjadi lama, pihak kepolisian sudah meminta keterangannya berkenaaan kausus bantuan senilai Rp 300 juta lebih yang berkaitan pula dengan tanda tangan palsu, namun tidak ada tindak lanjut sampai sekarang ini. “Bahkan dari anggota dewan pernah menanyakan masalah ini kepada saya, tapi sama saja tidak ada penyelesaiannya sampai detik ini “ ucapnya di Bireuen.

Dikatakan, ia baru mengetahui ada pemasuan tanda tangan, saat didatangi tim dari DPRK Kabupaten Bireuen pada tanggal 18 Juli 2016 di pasar Gandapura. Dalam pertemuan tersebut, mereka bertanya apakah mengetahui keberadaan Mesin Pengolahan Pakan yang sudah diserah terimakan oleh Dinas DKP Bireuen kepada Ketua Kelompok Mina Raja yang beralamat Desa Keude Lapang Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen. Mendapat pertanyaan seperti itu, Geuchiek sofyan mengaku kaget, mengingat ia tidak pernah merekomendasi surat tentang bantuan yang dimintakan Kelompok Mina Raja, apalagi sampai ikut mengatahui merima Mesin Pengolahan Pellet, yang melibatkan namanya selaku pihak yang ikut mengetahuinya.

Sesuai Berita Acara Serah Terima barang, dalam kapasitas selaku Geuchiek, tercantum dalam surat tersebut ikut mendatangani selaku pihak yang mengetahui. Pada saat barang itu diserahkan kepada penerima barang, yaitu Ketua Kelompok, Abubakar. Makanya. Ia membantah keras jika pihaknya ikut mengatahuinya, yang Ia yakini tandatangannya sudah dipalsukan berikut stempel desa yang tidak berlaku lagi. “Jika memang ada barang, tentu ada di desanya. Kenyataannya, memang tidak ada sama sekali di desanya,”tutur Sofyan.

Kemudian anggota tim menunjuk proposal yang isinya beberapa lembar, diantaranya Cover bertuliskan Proposal Permohonan Pembuat Pakan, oleh kelompok Mina Raja Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen, Surat Permohonan ditandatangani Ketua Kelompok atas nama Abu Bakar, Surat Rekomendasi (tanpa tujuan surat) dengan nomor 061/KL/I/2015 tanggal 22 Januari 2015 yang terdapat tandatangan Keuchiek Gampong Keude Lapang dan tertera nama Sofyan, S.Pd, Surat Rekomendasi dari Balai Penyuluhan Pertanian Perikanandan Kehutanan (BP3K ) Kecamatan Gandapura.

Dan pada lembaran terakhir terdapat berita cara serah terima Barang (BASTB) dengan nomor 523.020/…/BASTB/PB/2015 tertanggal 21 September 2015 sudah lengkap dengan ada 4 tandatangan yang tercantum dalam lembaran surat BASTB.
Pasalnya dalam Berita Acara tersebut, terdapat tandatangan.

Rizani jabatan Pengurus Barang pada Dinas Kelautandan Kelautan KabupatenBireuen, selaku pihak Pertama, Abu Bakar jabatan Ketua Kelompok Mina Raja, selaku Pihak Kedua penerima barang, Ir. M.Jafar MM jabatan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, dan Gechiek Gampong tanpa nama dan berstempel Geuchiek Gampong Keude Lapang Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen.”itu bukan tandatangan saya, dan stempel juga bukan stempel Desa seperti yang berlaku sekarang,” kata Sofyan.

Kemudian tim DPRK menganalisa tanda tangan kades dan mencocokkannya di hadapan mereka, sekaligus contoh stempel yang berlaku di desanya, dengan Rekomendasi dan Berita Acara Serah terima barang tersebut. “Akhirnya berkesimpulan tanda tangan dan stempel di Surat Rekomendasi dan BASTB itu memang bukan tandatangan saya dan bukan stempel resmi Desa Keude Lapang,”ungkap Sofyan.

Adapun barang- barang yang ditaksir sejumlah Rp 350 juta lebih itu telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima Barang Nomor 523.020/…/BASTB/PB/2015, berupa: mesin hammer milk, mesin penepung dismill stainless, mesin mixer adonan pellet, mesin pellet apung, mesin pengering, mesin granulator, mesinjahit karung, timbangan duduk yang semua masing-masing berjumlah 1 unit.

Sampai sekarang saya tak pernah melihat dan tidak tahu dimana keberadaan sejumlah unit mesin, yang katanya sudah diserah terimakan oleh dinas DKP Bireuen kepada masyarakat saya atas nama kelompok tersebut,” tandas Keuchiek Keude Lapang.

Sumber Media ini, menyebutkan barang-barang bantuanitu disebut-sebut telah dilihkan kedesa Jaromah, Kecamatan Kutablang, dan diamankan di salah satu rumah Bus yang dikatakan sebagai Ketua kolompok di desa itu.

Sejak barang itu diamankan di desa tahun 2015 sampai sekarang belum difungsikan, sehingga massyarakat tidak ada manfaat dari bantuan tersebut Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Ir M Jafar, MM mengaku kepada wartawan. Mengakui telah terjad kekeliruan tanpa sepengetahuan dirinya terhadap bantuan tersebut. “Bantuan tersebut Salah diberikan oleh staf saya, kelompok Minaraja itu ada anak saya dan saya tidaj tahu bantuan itu diberikan kepada kelompok tersebut,” akunya.

Terkait adanya pemlsuan tanda tangan dan stempel desa di Berita acara serah terima barang, Ia membantahnya. “Artinya, tidak dipalsukan dan Yang pasti Keuchik Sofyan ikut menandatanganinya,” tandas M Jafar. (Maimun Mirdaz)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas