RSUD Bintuni ‘No’ Pasien Busung Lapar

BINTUNI | Bongkarnews.com – Salah satu program Nawacita Presiden Jokowi adalah pembangunan manusia yang berkualitas, tentunya menyangkut kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Hal tersebut seyogianya telah dilakukan pihak RSU Bintuni yang berada di wilayah kepulauan Provinsi Papua Barat.

Heboh soal adanya seorang anak berusia 6 tahun menderita busung lapar, langsung diklarifikasi oleh pihak rumah sakit berplat merah tersebut. Apalagi, kata dokter Anak RSU Bintuni, dr. Rafiqa Rais Akbar, Sp.A, pihaknya lebih dulu telah mendiagnosa penyakit yang diderita pasien inisial FF tersebut.

“Kami sudah melakukan terapis pada perut pasien, terkait pemberitaan bahwa anak ini menderita busung lapar itu tidak benar,” Rafiqah, kemarin.

Kepala Puskesmas Distrik Kuri, dr Sahrul Abbas menjelaskan, wilayah distrik kuri merupakan kawasan perairan dan letak kampung sangat berjauhan. “Sehingga sangat susah untuk pasien datang ke puskesmas di ibukota distrik,” terangnya.

Diceritakan, saat pasien datang ke puskesmas, selanjutnya diperiksa dan langsung dirujuk ke RSUD Bintuni didampingi salah satu perawat.

Ketua Komite Kesehatan RSU Bintuni, dr Rudy Manibuy, menambahkan, pada umumnya masyarakat Papua selalu meninggalkan rumah bila berkebun dan letaknya juga sangat jauh. Setelah anak ada masalah baru mereka bawa ke puskesmas.

Selama ini, tambah Rudi, pihaknya telah mengaktifkan puskesmas keliling (pusling). Namun sayang, ketika kunjungan berlangsung ke kampung-kampung, masyarakat setempat banyak tak berada di rumah.

“Mata pencaharian mereka adalah berkebun, dan mereka kerap meninggalkan rumahnya. Nah, ini suatu kendala bagi kita. Hanya saja, kita tetap mengaktifkan pusling,” tukasnya.

Mengenai info beredar penderita busung lapar, pihak RSUD Bintuni langsung membantah. Dikatakan, sejauh ini tak ada pasien yang menderita busung lapar. Hanya saja, terkadang pola makanlah yang selama ini kurang diperhatikan.

“Jadi sama sekali tidak benar adanya pasien busung lapar di rumah sakit kita ini. Dan kita tak pernah menginformasikan ke media adnya pasien busung lapar dirawat di sini. Makanya, kasus ini kita anggap aneh hingga menyebar ke media online,” imbuh Rafiqah.

Rafiqah melanjutkan, anak (FF-red), diantar oleh mantri Puskesmas Kuri pada 31 Oktober 2018. “Kami langsung memeriksa dan mengangani sesuai dengan keluhan pasien. Saat ini memang pasien masih sedang dirawat,” jelasnya.

Rafiqah juga menyatakan bila dalam penanganan pasien tidak ada perbedaan, dan akan dilakukan sesuai dengan prosedur.

Sebelumnya tersiar, Wakil Ketua DPRD Teluk Bintuni Dan Thopan Sarungalo, mendadak mendatangi RSUD Bintuni. Dia melakukan rapat bersama pihak RSU terkait berita yang telah dimuat oleh salah satu media online tentang adanya seorang pasien anak mengidap busung lapar di ruang rawat inap anak pada 1 November 2018.

“Ada pasien busung lapar di ruamh sakit , itu tidak benar,” bantah Direktur RSU dr. Eka W.Suradji,Phd.
(HS)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas