Rapat Komisi B DPRD Medan – PT PCM Sempat Memanas

Medan, BN- Komisi B DPRD Kota Medan meminta PT Paruh Cahaya Membentang (PCM) selaku perusahaan pengelola tenaga cleaning service (CS) dan sekurity di gedung DPRD Kota Medan untuk merekrut kembali semua petugas CS dan sekuriti yang telah lama bekerja di gedung legislatif tersebut tanpa terkecuali.

Permintaan itu salah satu rekomendasi yang dikeluarkan Komisi B usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT PCM dan perwakilan CS, Dinas Tenaga Kerja Kota Medan dan pihak BPJS ketenagakerjaan, Selasa (10/4/2018) yang dipimpin Ketua Komisi B, Rajudin Sagala.

Selain itu, PT PCM diingatkan agar tidak lagi memungut biaya pendaftaran sepeser-pun dari pekerja. Kemudian, para pekerja diminta untuk mendaftarkan diri tanpa diwakili. “Kami juga meminta PCM agar tak asal memecat. Kasian petugas ini yang sudah lama dan nyaman bekerja disini,” kata Rajudin.

Pihak PCM sendiri meminta rekomendasi tersebut disampaikan secara tertulis untuk kepentingan administrasi perusahaan.

Sebelumnya, Rajudin, mengungkapkan pihaknya telah menerima aduan dari petugas CS bahwa PT PCM sebagai operator kebersihan dan keamanan di gedung dewan meminta uang sebesar Rp2,5 juta dalam proses rekruitmen.

Besaran tersebut dinilai memberatkan. Padahal, selama ini tak pernah terjadi vendor baru meminta sejumlah uang kepada petugas lama alih-alih biaya pelatihan, biaya seragam atau biasa sertifikat.

RDP bahkan sempat memanas karena adu mulut antara anggota Komisi B, Irsal Fikri, dengan Direktur Utama PCM, Arifin Said Ritonga. Irsal menuding PCM telah berlaku semena-mena terhadap petugas CS yang lama dengan mengutip biaya tinggi serta memecat petugas secara sepihak.

Sementara, Said, membantah ada pengutipan senilai Rp2,5 juta. Menurut dia, kutipan yang dikenakan untuk membiayai pelatihan tenaga kerja sesuai prosedur perusahaan. “Sebagai perusahaan, kami bertanggungjawab untuk memastikan petugas bekerja profesional dan bisa mengoperasikan alat-alat kebersihan yang akan kami tempatkan,” kata Said.

Lagian, kata dia, dalam kontrak kerja pada pihaknya, tidak tertera bahwa karyawan yang dipekerjakan dikompetisikan atau tidak. Sehingga, PCM melakukan perekrutan petugas baru. “Ada 15 petugas lama yang kami rekrut. Sisanya untuk memenuhi kuota 40 orang kami ambil dari luar melalui panitia seleksi,” katanya.

Menanggapi rekomendasi tersebut, sejumlah perwakilan petugas CS yang hadir tak kuasa menahan haru. “Bagaimanapun tempat ini sebagai tempat kami mencari nafkah sejak lama,” kata salah satu perwakilan CS Elysa Lubis.

Pihaknya berharap, kedepan, masalah seperti ini tak terjadi lagi. Mereka hanya ingin ada kepastian nasib untuk bekerja dengan tenang dan nyaman. (ft)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *