PWI Aceh Utara dan Lhokseumawe Target Tuntaskan UKW

Foto: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara- Lhokseumawe, Sayuti Achmad menyerahkan sertifikat dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda kepada sejumlah pengurus organisasi ini di kantor setempat, Kamis (24/8).

LHOKSEUMAWE | BN – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe, Sayuti Achmad menyerahkan sertifikat dan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Muda kepada sejumlah pengurus organisasi tertua di Indonesia ini. Penyerahan kartu dan sertifikat secara simbolis itu berlangsung di kantor PWI, Kamis (24/8).

Disela-sela acara penyerahan Sertifikat UKW kepada wartawan, Sayuti menjelaskan“Sesuai surat edaran dewan Pers, kita menargetkan pada 2018 mendatang, semua wartawan yang bergabung dalam PWI sudah lulus UKW, sedangkan saat ini baru 60 persen dari 45 wartawan kita lulus dan mengantongi kartu UKW,”ujarnya.

Bacaan Lainnya

Maka untuk itu,  Sertifikat kompetensi harus dimiliki oleh setiap wartawan untuk menunjukkan tingkat profesionalisme dalam menjalani profesi kewartawanan. Oleh sebab itu, awal 2018 pihaknya merencanakan kembali melaksanakan UKW.

Dikatakan PWI Aceh juga terus mendorong para anggota untuk ikut uji kompetensi. Bahkan, sejak setahun terakhir ini beberapa pengurus di kirim ke provinsi Sumatera Utara (Medan) untuk ikut UKW. “Sudah banyak anggota PWI Aceh Utara – Kota Lhokseumawe lulus dan memegang kartu UKW,” jelas Sayuti.

Pada tahun 2016, lanjutnya, melaksanakan kegiatan UKW angkatan ke-8 di Kota Lhokseumawe tingkat muda yang diikuti sekitar 36 peserta dari kabupaten/kota di Aceh dan Medan, Sumut. Selain itu, direncanakan pada 2018 UKW kembali diselenggarakan di Kota Lhokseumawe.

 “Untuk anggota PWI yang belum mengikuti UKW dan belum berkompeten terus kita dorong, sehingga semua anggota kita memiliki UKW sebagaimana tertuang dalam aturan dewan pers tentang standar kompetensi wartawan,” jelasnya.

Sayuti juga berharap, wartawan perlu sekali memahami dan menaati rambu-rambu kode etik. Sebab, telah dinyatakan kompeten bukan berarti wartawan itu hebat. Uji kompetensi hanya bukti sebagai wartawan yang profesional. (SA)

Pos terkait