LANGKAT | BN-Dengan kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang kini memprihatinkan dan tak layak huni, Kepala Pustu di Desa Tj. Gunung Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat Bidan Ulina malah mengambil kesempatan membuka praktik pribadi dalam melayani kesehatan, namun demikian setiap warga yang berobat harus dikenakan biaya perobatan.
Bahkan dari keterangan Bidan Uliana sampai menghenduskan bahwa kwalitas Obat yang ada di Pustu jauh lebih baik dari obat-abatan yang ada dalam praktik nya, sehingga Warga masyarakat yang ada di Desa Tanjung Gunung dipastikan untuk berobat bukan nya ke Pustu, melainkan ke tempat praktik pribadi Oknum kepala Pustu setempat.
Hal tersebut sempat dikatakan Bidan Ulina ketika dikonfirmasi BN Rabu (13/4) kemarin bahwa bangunan gedung Pustu sudah 8 Tahun belakangan ini semasa di jabat Ngogesa Sitepu,SH tidak mendapat perbaikan, sehingga kondisi bangunan Pustu di Desa Tanjung Gunung terbengkalai dan tak layak di gunakan, Kata Ulina.
Ditambahkan nya lagi ,”Diperbaikin atau tidak bangunan Pustu di Desa ini bukan urusan Saya, dan itu urusan dari Dinas Kesehatan Kab Langkat, dan kalau pun Pemkab Langkat tidak perduli untuk melakukan rehab maupun perbaikan dan tidak masalah buat Saya, Ketus nya.
Dan perlu diketahui, kalau Masyarakat di desa tj.gunung ini orangnya justru berbeda, ,masyarakat mau nya berobat geratis, tapi jika Masyarakat yang punya uang tentunya mereka lebih memilih berobat ke praktek Saya atau pun berobat ke tempat praktek lain.
Sebab masyarakat juga mengetahu kalau Obat-obatan yang ada di Pustu itu tidak sebaik Obat yang di sediakan praktek Bidan, dan obat yang disediakan Bidan-bidan desa proses penyembuhannya lebih cepat dari pada obat pustu yang ada, dan masyarakat yang datang ke Pustu untuk berobat hanya beberapa Orang saja, itupun yang taraf ekonomi nya memang sangat lemah terangnya.
Sementara itu keterangan yang diperoleh sumber BN dari Warga masyarakat sekitar ketika dikonfirmasi mengakui kalau bangunan pustu selama ini tidak difungsikan oleh Bidan Ulina untuk melayani kesehatan masyarakat di Desa Tanjung Gunung.
“Bidan Ulina jarang berada di Pustu untuk melayani kesehatan masyarakat, Bidan Ulina lebih memilih melayani masyarakat di tempat prakytik nya, sebab setiap masyarakat yang berobat harus membayar sesuai tariff yang dia minta, dan warga terpaksa berobat ke Bidan Ulina, sebab Puskesma maupun Rumah sakit jauh dari sini, terang Sumber.
Meskipun kondisi Pustu tidak layak huni, itu sebenarnya bukan alasan, namun memang menjadi ajang kesempatan buat Bidan Ulina untuk membuka praktik Bidan nya agar Warga masyarakat berobat ketempat nya, untuk apa bidan Ulina di gaji pemerintah kalau seperti ini pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat di Desa Tanjung Gunung.
Dan kalau pun Pemerintah kedepan juga tidak melakukan upaya rehab ataupun perbaikan bangunan Pustu di Desa Tanjung Gunung ini, dan ini merupakan kesempatan buat Bidan Ulina berdalih melayani kesehatan masyarakat terpaksa di tempat praktik Bidan Ulina, namun harus membayar sesuai tariff yang dikatakan nya.
Kita juga berharap kepada Bapak Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu,SH untuk dapat melirik bangunan Pustu di Desa Tanjung Jati yang kini kondisinya sangat memprihatinkan, dan jangan pula dengan kondisi seperti ini, kalau Bidan Ulina mengambil kesempatan menjalankan praktik Bidan nya dalam mengambil keuntungan pribadi dari warga masyarakat.
14 Dusun Pelayanan Posyandu Hanya Ditempatkan Satu Titik
Sementara untuk pelayanan Pos Yandu yang ada 14 Dusun di Desa Tanjung Gunung, Kec Sei Bingai Kab Langkat hanya dipusatkan disatu tempat, dan bahkan tentunya menuai permasalahan bagi para Ibu-ibu yang mempunya Balita mendapat kesulitan menempuh tempat Posyandu yang berjarak jauh
“Kami merasakan kesulitan untuk mendatangi Pos Yandu, sebab Posyadu di Desa Tanjung Gunung ini penyelengaraan nya hanya satu tempat, dan jarak tempuh harus mengunakan kenderaan, sedangkan kami makan pun susah apalagi untuk memiliki kenderaan, Ujar Warga.
Seharus dengan jumlah 14 Dusun yang ada di Desa ini, Bidan penyelengara harusnya membuat Posyandu dibeberapa tempat, sehingga warga yang memiliki Balita tidak lagi kesulitan untuk mendatangi Pos Yandu, nah dengan demikian Kami terpaksa membawa anak Kami ke Bidan bilamana memiliki uang, Katra Br Ginting.
Terkait dengan Pustu yang terbengkali di Desa Tanjung Gunung, ketika BN menemui Kadis kesehatan Pemkab Langkat Kamis (14/4) Sekira Pukul 11.50.Wib melalui Sekertaris Drs.Zulkifli mengemukan ,”Walau kondisi bagaimanapun terkait bangunan Pustu harus dibuka untuk melayani kesehatan pada masyarakat, dan tidak ada alasan untuk ditutup, Kata ZULKIFLI.
Ditambahkan nya lagi ,”dan jika ada Oknum Kepala Pustu yang tidak membuka Pustu itu artinya membolos atau pun dengan sengaja melalaikan kewajibannya untuk melayani masyarakat, dan tidak ada alasan apapun Kepala Pustu menutup kantor, kalaupun ada petugas Kesehatan lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dan mengutamakan praktik Bidan nya, kta berharap dan meminta kepada Kepala Desa setempat untuk dapat segera membuat sikap dan melaporkan hal tersebut secara tertulis ke Dinas Kesehatan Pemkab Langkat, Ujar nya.
Sedangkan untuk kegiatan Pos Yandu yang ada 14 Dusun di Desa Tanjung Gung, Zulkifli mengarahkan Wartawan kepada bidang BPMDK, sebab mereka yang lebih mengetahui, dan untuk perbaikan pustu tersebut, Kepala Pustu seharusnya mengajukan usulan perehapan ke Dinas Kesehatan Pemkap Langkat, dan Dinas Kesehatan selanjutnya mengajukankembali usulan tersebut ke Tingkat Kabupaten hingga sampai ke Tingkat Propinsi, Jelas Zulkifli.
Untuk mencegah terjadinya permasalahan ditengah masyarakat Desa Tanjung Gunung, Kec Sei Bingai Kabupaten Langkat, dalam pelayanan kesehatan, diharapkan ini menjadi perhatian serius buat Bupati H Ngogesa Sitepu, SH untuk mengkaji ulang Bidan Ulina sebagai Kepala Pustu yang kerap mementigkan pelayanan kesehatan di tempat praktik pribadinya.
Sedangkan kantor Pustu yang seharusnya dibuka setiap saat dalam melayani kesehatan masyarakat kerab ditutup, dan terindikasih kalau Oknum Kepala Pustu Bidan Ulina memanfaatkan stuasi agar masyarakat mendapat pelayanan kesehatan tidak lagi melalui Pustu melainkan lewat usaha praktik bidan nya tersebut.(Santi)





