Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Menuntut Keadilan Korban Salah Transfusi Darah

Lhokseumawe | BN -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Badriah Daud kembali melakukan aksi damai dan penggalangan koin untuk Badriah Daud salah satu korban mal praktek salah transfusi darah di sebuah rumah sakit Arun Lhokseumawe Pada Tahun 2016.

Puluhan mahasiswa yang terdiri dari BEM Unimal, BEM IAIN Malikussaleh, HMI Lhokseumawe, LMND kota Lhokseumawe, PMII Lhokseumawe ini mendesak pemerintah agar ikut andil segera menyelesaikan kasus yang sudah hampir dua tahun berjalan.

Bacaan Lainnya

Musliadi salidan yang juga merupakan anak kandung dari korban dalam orasinya mengatakan semua pihak harus objektif dalam melihat kasus ini termasuk pemerintah supaya dapat menemukan upaya penyelesaiannya

Ketua LMND lhokseumawe Arif rizky mengatakan Kita berharap agar kasus ini bisa cepat selesai, jangan sampai kasus ini di tutup sebelum korban mendapatkan keadilan.

Kita juga berharap agar apapun hasil dari proses hukum yang sedang berjalan ini nantinya bisa memberikan keadilan bagi korban yang sampai saat ini masih pesakitan di rumah.

Pemerintah jangan sampai menutup mata atas apa yang melanda korban hari ini, ini juga merupakan bagian tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan khususnya di bidang kesehatan. Masyarakat ini merupakan tanggung jawab pemerintah, karena ini terjadi akibat kelalaian dari petugas medis, Maka butuh perhatian khusus dari pemerintah agar membantu menangani korban, baik itu memberikan kepastian hukum yang adil dan juga memberikan bantuan uluran tangan agar kondisi kesehatan korban bisa segera membaik.

“Keluarga korban sangat membutuhkan penanganan medis lanjutan. Karena sampai saat ini keluarga korban merasa korban ditelantarkan oleh karena itu kita mengharapkan ada bantuan uluran tangan dari berbagai pihak demi kesembuhan korban. Terangnya.

Untuk saat ini kepada kita keluarga korban mengakui ingin melakukan check-up agar dapat memastikan apakah efek dari salah transfusi darah tersebut masih mempengaruhi kondisi kesehatan korban yang sampai saat ini masih terbaring sakit di rumah, namun keluarga korban terkendala dengan kondisi keuangan, mereka berharap pemeriksaan tersebut sebaiknya jangan di lakukan disini (Aceh) tetapi seperti ke peneng (Malaysia).

Karena korban sudah pernah di bawa ke rumah sakit di Banda Aceh untuk dilakukan nya pemeriksaan namun keluarga korban merasa tidak puas dengan hasil tersebut karena menduga tidak adanya transparansi dari hasil pemeriksaan tersebut juga menduga adanya intervensi dari beberapa pihak yang menginginkan agar hasil pemeriksaan yang sebenarnya tidak di ketahui oleh publik.

Semoga  pihak rumah sakit bisa berhati-hati dan menghargai masyarakat khususnya masyarakat dari kalangan biasa dalam memberikan pelayanan tentunya ini tidak bisa di beda-beda kan. Kita sesama manusia tentunya punya asas kemanusiaan yang mesti di perhatikan.

Aksi tersebut berjalan lancar dan aman hingga selesai di taman Riyadah lhokseumawe juga di kawal oleh beberapa anggota kepolisian dari polres Lhokseumawe.

Terlihat beberapa mahasiswa membawa lembaran kertas dan poster bertuliskan kata-kata keprihatinan dan kepedulian terhadap korban Badriah Daud.(rel)

Pos terkait