BiREUEN[BN-Polres Bireuen berhsil membongkar pencuarian kendaraan bermotor (Cunramor) dalam Operasi Sikat Rencong 2017. Dalam Operasu tersebut berhasil’diamankan 11 tersangka, tiga diantaranya merupakan penadah asal Kebupaten Aceh Utara.
Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SE, SH didampingi Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian SIK dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (3/10) menyebutkan,
Dalam Operasi Rencong dengan sandi Sikat Rencong 2017 itu berlangsung selama 20 hari, mulai 14 September–3 Oktober 2017, berhasil mengamankan barang bukti 23 unit sepeda motor curian dan Bberikut kunci T. “Apa yang harapkan Polda Aceh untuk Polres Bireuen, , inilah hasilnya,” papar Kapolres sambil memunjuk barang bukti berupa 23 sepeda motor hasil curiab seita dengan keberahasilan meringkus para tersngkanya.
Dikatakan, tim reskrim Polres bireuen, yang dibantu tim Dragon berhasil menangkap 11 tersangka cunramor. Tiga diantaranya pelaku yang masih anak dibawah umur, sedangkan tiga Lainnya sebagai penadanya, “sebut Kapolres, dan diantara para tersangka ada yang sudah dilimpahkan ke jaksa,” ungkap Kapolres .
tambahkan, tersangka merupakan satu jaringan atau komplotan yang bekerja berdasarkan pesanan, lalu hasil curian itu diserahkan kepada tiga penadah tersebut. Artiuya dari satu penadah ke penadah lain, dalam jarungan yang sama, dan kepada penadah terakhir, tentu harganya akan lebih tinggi, yang ke semua penadah tersebut berasal dari Aceh Utara.
Sedangkan ke tiga penadah tersebut masing-masing berinisial SB (26) Asala Kecamatan Lapang, Aceh Utara, NS (39), Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara dan BY (43), dari Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Sementara pelaku anak dibawah umur berusia 14-17 tahun, masing-masing, MH (14), dari Peusangan Selatan, MA (17), Peusangan Selatan dan SM (17), juga Peusangan Selatan, Bireuen.
Para pemetik tersebut mengambil sepeda motor dari sejumlah lokasi, ada yang di dalam rumah, kalau ada kunci di sepmor langsung di bawa, tapi kalau dikunci, mereka mengunakan kunci T, begitu juga kalau mencuri di sejumlah lokasi lain, mereka menggunakan kunci T,” jelas Reza Yulianto.(Maimun Mirdaz).





