Polisi Dalami Oknum Anggota DPRK Aceh Utara Ancam IRT

ACEH UTARA | Bongkarnews.com – Kasus MS ibu rumah tangga asal Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, melaporkan Sf oknum anggota DPRK Aceh Utara ke Polres Lhokseumawe dalam kasus pengancaman Pekan Lalu sedang didalami Polres Lhokseumawe.

Menurut keterangan korban, sebutnya pada 16 September 2018, korban bersama terlapor berada dalam sebuah mobil Fortuner dari Lhokseumawe menuju ke arah barat, (Arah Banda Aceh) Sesampai di kawasan Simpang  – KKA Kecamatan Dewantara Aceh Utara, terlapor mengeluarkan kata-kata kotor kepada pelapor dan memaki orang tua korban.”terang korban MS.

Menurut korban, yang disampaikan dalam surat tanda bukti terlapor, sekitar 10 kali terlapor
mengeluarkan kata-kata kotor kepada pelapor atau korban,” seraya korban menyatakan memiliki bukti terkait kasus tersebut.

Dikatakanya, oknum anggota dewan tersebut mengeluarkan sembilah pisau yang diambilnya dari bagian pintu samping mobil dan menunjuk-nunjuk ke muka korban sekitar 5 kali.

Kemudian korban yang merasa terancam langsung menjerit dan meminta tolong kepada warga di sekitar tempat tersebut. Lalu korban langsung turun dari mobil yang disopiri oknum dewan itu dan selanjutnya, ia pulang ke Lhokseumawe dengan menumpang angkutan umum jenis l 300

Sebelum kejadian tersebut, korban juga sering dianiaya oleh SF, memang antara korban dan oknum dewan tersebut selama ini punya hubungan Komunikasi,” atas kejadian ini korban MS juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Partai Nasdem Aceh Utara dan meminta tindakan tegas atas perbuatanya itu.

Sementara ketua DPD Nasdem Aceh Aceh Utara Rudi saat dikonfirmasi wartawan, ia mengatakan setelah menerima laporan dari MS Partai Nasdem langsung melakukan tindak lanjut, kemudian memanggil SF untuk dimintai Keterangan terhadap laporan ms tersebut dan kemudian pihaknya juga telah memberitahukan kepada DPD Nasdem Aceh.

Sambungnya dari hasil klarifikasi dari SF, memang SF mengakui dengan MS tidak memiliki hubungan suami istri, namun Sf membantah bahwa telah melakukan pengancaman terhadap MS,” tutup Rudi.

Sementara itu, Ketua DPD Nasdem Aceh Zaini Djalil SH, dirinya mengakui telah menerima laporan Ms tersebut, Namun dirinya mengingatkan bahwa kasus ini tidak ada intervensi dari partai dan akan diproses, dan untuk saat ini masih ditunggu keputusan hukum dari pihak yang berwajib untuk diambil langkah langkah selanjutnya,”kata zaini.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian kepada media mengatakan, Pihaknya sudah menindaklanjuti kasus yang dilaporkan tersebut. Saat ini penyidik sudah memanggil tiga saksi untuk dimintai keterangan guna penyelidikan,”terangnya.

Ketiga saksi diperiksa tersebut adalah korban, dan dua saksi lain yang mengetahui kejadian itu. Dua saksi ini mengetahui peristiwa pengancaman dari cerita pelapor. Sedangkan untuk saksi fakta atau yang melihat kejadian ini belum ditemukan penyidik. Karena, kasus pengancaman oleh oknum anggota dewan terjadi dalam mobil. “Karena itu, kita sedang mencari saksi fakta. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Sebelum pemeriksaan terhadap SF atas laporan ibu rumah tangga tersebut, ungkap Riski Adrian, penyidik lebih dahulu akan mencari saksi lain guna dimintai keterangan,”tutupnya.(SA)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas