Pengamat Politik Nilai Kemenangan JADIN Sangat Fenomenal

Banda Aceh l BN– Pilkada Nagan Raya telah membuat kejutan dengan terpilihnya pasangan calon HM Jamin Idham dan Chalidin SE (JADIN) pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nagan Raya Tahun 2017. Pasangan calon yang didukung oleh sejumlah koalisi partai politik lokal dan nasional ini meraup suara tertinggi dan menggeser pasangan calon Teuku Raja Keumangan dan Said Junaidi (TRK-SAJA) yang juga didukung oleh sejumlah partai politik juga memiliki ikatan kekerabatan dengan petahana.

Melihat fenomena tersebut, pengamat politik Aceh dari Jaringan Survey Inisiatif, Aryos Nivada, mengatakan kemenangan pasangan JADIN ini termasuk fenomenal sebab telah berhasil meruntuhkan dinasti politik Nagan Raya yang telah kokoh bertahan sejak kabupaten ini dimekarkan.

“Kemenangan Jadin meruntuhkan dinasti politik yang telah terbangun di Nagan Raya selama lebih kurang 15 tahun sejak Kabupaten berjuluk Nanggroe Rameunee ini berdiri pada 2002 silam. Sosok personal dari Tgk Zulkarnain kerap disapa Ampon Bang berhasil ditumbangkan oleh Paslon Jadin. Pengalaman di daerah lain di Indonesia, sangat sulit sebuah dinasti politik diruntuhkan,” ungkap Aryos

Masih menurut Aryos, kemenangan pasangan JADIN dapat dibaca secara logika politik masyarakat Nagan Raya menginginkan adanya pembaharuan di Nagan Raya sekaligus pemimpin baru diluar dinasti politik yang dibangun Ampon Bang.

“Kemenangan ini juga dapat dibaca bahwa masyarakat sudah muak dengan dinasti politik yang terbangun selama ini,” tutur Aryos.

Kemenangan JADIN juga dinilai Aryos akan berdampak positif bagi pembangunan Nagan Raya.

“Keterpilihan JADIN akan mempengaruhi Kabupaten Nagan Raya ke arah perubahan positif kedepannya. sesuai banyak harapan masyarakat Nagan Raya. Hal itu bisa dilihat dari beberapa hal. Pertama, Kemenangan JADIN  akan mempengaruhi peta komposisi partai di pemilu legislatif 2019 di Nagan Raya. Jadi komposisi legislatif yang selama ini didominasti oleh dinasti politik pelan pelan akan mencair. Kedua, tidak menutup kemungkinan orang dekat dari dinasti Ampon Bang akan banting stir mendukung Jadin di Pemerintahan baik secara eksekutif maupun legislatif,” jelas alumnus Magister ilmu Politik Universitas Gajah Mada ini.

Aryos menilai kemenangan JADIN sulit dianulir, pasalnya karena pasangan ini meraih suara terbanyak melalui prosedur demokrasi yang sesuai konstitusi. Namun terkait dengan adanya isu yang dihembuskan selama ini dari kalangan dinasti politik, tentang adanya dugaan surat keterangan kelulusan yang diduga dipalsukan oleh Chalidin yang merupakan wakil dari Jamin Idham. Aryos menilai secara hukum dan administrasi Chalidin tidak bermasalah.

“Pertama, Chalidin dipastikan tidak bermasalah secara hukum. dia tidak bisa dituntut melakukan pemalsuan surat keterangan lulus. surat itu dibuat dan dikeluarkan oleh pihak SMP4 Seunagan karena ijazah asli Chalidin telah hilang pada tahun 2004 akibat kesalahan administrasi dari pihak sekolah. Jadi Chalidin sama sekali tidak terlibat proses pembuatan surat itu. Namun mendadak pasca pilkada ketika dinasti politik tumbang, sekonyong konyong timbul suara nyaring dari pihak sekolah yang menyatakan surat yang dikeluarkan sendiri pihak sekolah adalah tidak sah karena tanda tangan di surat tersebut dipalsukan. Anehnya, Chalidin sejak semula tidak mengetahui bahwa surat yang dikeluarkan pihak sekolah bermasalah karena pihak SMPN 4 Seuangan tidak menginformasikan dari awal bahwa ada kesalahan dalam surat yang dikeluarkannya sendiri. Ini tentunya aneh, seolah pihak sekolah menunggu dulu hasil Pilkada Nagan Raya baru kemudian mengumumkan bahwa surat yang dikeluarkannya sendiri bermasalah. Kedua, secara administrasi ijazah SMA dan S1 Chalidin sah dimata hukum. Apabila pihak SMP 4 Seunagan dan Dinas Pendidikan Nagan lepas tangan Chalidin dapat mengurus proses pembuatan kembali surat keterangan kelulusan pada Dinas Pendidikan Provinsi,” pungkas Aryos. (r)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *