Pembangunan Tiang Menara SUTT Berdiri 7 Titik Lintasi Perbatasan Aceh-Sumut

SUBULUSSALAM | BN – Kepala dinas lingkungan hidup dan kehutanan mengatakan kepada media BN di ruangkerja, pembangunan tiang SUTT berjumlah 7 titik tiang tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PT PLN Unit Induk Pembangunan II Medan, berada dalam kawasan Tahura Lae Kombih, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Untuk itu, PLN diminta untuk mengurus izin pinjam pakai kepada Gubernur Aceh terkait pembangunan ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Subulussalam, Syafrianda,S. Hut. MM. kepada wartawan seminggu lalu di lapangan kantornya. Syafrianda mengatakan ketentuan tersebut telah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 pasal 54 ayat 1,2 dan 3 tentang kehutanan. Disebutkan untuk mendirikan tiang tower dalam kawasan Tahura harus mendapat izin pinjam pakai dari Gubernur Aceh di ketahui pemerintah kota subulussalam sesuai surat tembusanya dari pihak PLN.

Sebelumnya, pihak PT PLN Unit Induk Pembangunan II Medan, pada 9 Januari lalu meminta penjelasan kepada DLHK Subulussalam, sehubungan telah dibangun transmisi SUTT 150 KV di kawasan Lae Ikan dan Jontor, Kecamatan Penanggalan.

Menindaklanjuti hal tersebut, DLHK Subulussalam mengajukan surat ke pada Balai Pengukuhan Kawasan Hutan (BPKH), wilayah XXVIII Aceh di Banda Aceh tentang penjelasan kawasan hutan.

Setelah melakukan pemetaan, BPKH Aceh menemukan tujuh titik koordinat tower SUTT milik PLN berada dalam kawasan Tahura Lae Kombih. Hal ini diketahui melalui penjelasan tertulis yang dikirm pada 13 Maret lalu ke DLHK Subulussalam.

“Posisi saat ini tower tersebut sudah dibangun, kabel belum terhubung antara satu tiang ke tiang lain, seharusnya sebelum dibangun harus minta izin dulu. Karena itu, DLHK Subulussalam pada 24 Agustus lalu sudah menyurati pihak PLN supaya mengajukan izin pinjam pakai ke Gubernur Aceh.

Syafrianda menjelaskan ke tujuh titik koordinat tiang tower SUTT yang masuk dalam kawasan Tahura, terdapat di Desa Lae Ikan masing-masing tiang nomor 136, 137, 140 dan 141.  Sementara tiga tiang lainnya yakni tiang nomor 146, 147 dan 149 terdapat di Desa Jontor.

“Kalau di keluarkan izin pembangunan tiang menara tower dari Gubernur Aceh, baru dilanjutkan pemasangan kabel, kalau belum, jangan. Hentikan dulu aktivitas di kawasan Tahura itu,” Kata kepala DLHK kota subulussalam.(sjp)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas