Pelantikan KTNA Kota Medan 2022

MEDAN | bongkarnews.com – Ditengah berkahnya bulan suci Ramadhan 1443 H ini, Kontak Tani Nelayan Andalan  (KTNA) kota Medan ikut serta mengambil keberkahanya dengan melaksanakan kegiatan pelantikan pengurus KTNA Medan masa bhakti 2022 – 2027. Kegiatan pelantikan ini diadakan di Griya Hotel, Jl Kapten Muslim, Medan, hari Rabu (06/04/2022). Acara dimulai pukul 15.00 WIB di lantai 5 gedung hotel bintang 3 tersebut.

Pelantikan berjalan sukses dan dihadiri dinas terkait, diantaranya pemerintah pemko Medan melalui dinas Pertanian dan kelautan beserta Forkopimda serta perwakilan dari kelompok tani dan Gapoktan se-kota Medan.

Bacaan Lainnya

Dalam sabutan ketua KTNA yang baru saja dilantik menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat mendukung program kerja, khususnya wali kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, yang merupakan pembina didalamnya. Terima kasih juga disampaikan kepada Dewan Ahli dan Pakar KTNA Kota Medan Bapak Ir, Elianor Sembiring, MS dan Bapak Prof. Dr. Ir. Hasnudi, MS
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bapak Ir. H. Ikhsar Risyad Marbun, M. Si
Ibu Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara, Ibu Hj. Taty Djuwita Nagawati Siregar dan jajaran pengurus KTNA Provinsi Sumatera Utara
Ketua KTNA Deli Serdang dan Kota Binjai
Camat-camat se-Kota Medanyang akan membantu program kerja KTNA Kota Medan dan para undangan dan pengurus hadir.

 

Kontak Tani Nelayan Andalan adalah organisasi independen di Indonesia yang berorientasi pada aktivitas sosial di sektor agrikultur, yang berbasiskan agribisnis dan lingkungan hidup di pedesaan dan kelurahan. KTNA Kota Medan terdiri dari pelaku, penggiat dan komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili provinsi Sumatera Utara yang memiliki kualifikasi dalam kemampuan di bidangnya masing-masing dan mempunyai karakter pionir dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya di bidang agribisnis.

Dalam temanya yang bertajuk ‘Pemberdayaan Kaum Milenial Mendukung Program Urban Farming di Kota Medan’, bukan tanpa alasan. Mengingat masih kurangnya pemberdayaan dan program yang berkaitan dengan hal ini. Keterlibatkan anak muda atau kaum millennial khususnya anak-anak mahasiswa pertanian karena mereka adalah estafet pembangunan bangsa.
Saat ini teknologi sudah menguasai dan memberikan banyak kemudahan.

Kiranya melalui mereka sosialisasi program-program di KTNA Kota Medan dapat terjangkau ke semua lapisan masyarakat yang semuanya kini mempergunakan gadget dan handphone.
Ditemukan masih banyak lahan-lahan kosong dan ‘tidur’ di Kota Medan yang seharusnya dapat dimaksimalkan dan dimanfaatkan untuk ditanami banyak tanaman berkhasiat dan berguna untuk warga masyarakat. Jadi kendala tidak bisa bercocoktanam atau melakukan kegiatan pertanian dan perikanan di Kota Medan bukan suatu alasan.
Tapi keberhasilan pembangunan pertanian dan perikanan sangat ditentukan oleh dukungan nyata dari semua pihak pemangku kepentingan, baik pemerintah dalam hal ini pemerintah Kota Medan dengan Kolaborasi Medan, masyarakat tani nelayan selaku pelaku utama dan pihak lainnya.
Tantangan dalam pembangunan pertanian dan perikanan secara umum adalah adanya kenyataan bahwa pertanian dan perikanan didominasi oleh skala usaha kecil, lahan sempit, modal terbatas, pendidikan rendah, sehingga produktivitas usaha tani dan nelayan yang dihasilkan masih rendah.
Di samping itu juga masih rendahnya posisi tawar menawar petani dan nelayan, harga pupuk yang mahal terhadap produksi yang dihasilkan, ini juga mempergaruhi. Di Medan kita punya Belawan sebagai sentra industri ikan, itu harus dimaksimalkan untuk kesejahteran para nelayan di samping dapat dimanfaatkan untuk wisata bahari yang dapat mendatangkan Pendapatan Asli daerah. (PAD) bagi Pemerintah kota Medan.

Adapun program yang ingin dicapai antara lain, akan menjadikan Kota Medan sebagai sentra teknologi pertanian dan perikanan dengan bekerjasama dengan sumber-sumber dan pakar, seperti Lab Kultur, penggiat Pupuk Kompos dan Mitra Pupuk Hayati lainnya sebagai pengganti pupuk kimia yang harganya semakin tak terjangkau.
Bekerjasama dengan kampus pertanian yang ada di Kota Medan sebagai prasarana menciptakan dan menghasilkan para petani millennial dan digital yang mandiri dan produktif.

Memanfaatkan lahan tidur baik sewa maupun kerja sama bagi hasil antara pemilik lahan dan si petani itu sendiri yang diawasi oleh masing-masing KTNA Kecamatan dengan bantuan dari Pemerintah Kota Medan. Dari lahan tersebut KTNA akan membuat demplot-demplot pertanian dengan penyediaan bibit-bibit tanaman sebagai Pusat Pembelajaran Terapan di lapangan di bidang pertanian dan perikanan atau bila perlu di bidang peternakan seperti kambing dan unggas.

 

KTNA akan mengembangkan petani dan nelayan dan penggiat komunitas tanaman hias yang ada di Kota Medan untuk menjadikan Kota Medan sebagai salah satu sentra tanaman hias terbesar berskala Nasional menuju Medan sebagai Garden of Asia.

 

KTNA Kota Medan akan membuat program-program pembinaan terhadap para nelayan untuk pengembangan usaha keramba ikan, pengolahan dan pemasaran hasil laut serta penangkaran dan tambak ikan air tawar serta menyiapkan pakan dan pellet organic dari hasil laut selain pemasaran produk UKM seperti ikan asin dan terasi dan menjadikan lahan perikanan di laut sebagai objek wisata ungulan.
Untuk mencapai hal tersebut, penyuluhan pertanian dan perikanan oleh orang-orang yang memiliki pengalaman dan tersertifikat di KTNA Kota Medan dan professional dalam sumber daya manusia diharapkan dapat membantu dan mewujudkan itu semua.

“Harapan saya kepada pengurus KTNA Kota Medan periode 2022-2027 yang terpilih dapat amanah dalam menjalankan tugas dan dukung saya terus untuk merealisasikan semua program-program dari KTNA Kota Medan dengan saling bahu membahu. Mari Bersama KTNA Maju Sejahtera.
Terakhir terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan yang telah mempercayakan kami KTNA Kota Medan terpilih periode 2022-2027 untuk tanggung jawab besar ini,”
Demikian kata sambutan dari saya, H. Abdullah Sonny, Ketua KTNA Medan.

(Ind)

Pos terkait